Skip to content

Pengaruh Tumpahan Minyak Dari Aktifitas PT. Pertamina UP VI Balongan Terhadap Ekosistem Mangrove di Pesisir Pantai Karangsong Indramayu

Maret 13, 2010

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
STASIUN LABORATORIUM MANGROVE ILMU KELAUTAN


Tema : pelestarian dan pengelolaan sumber daya alam di wilayah pesisir pantai utara.


Perairan wilayah pesisir salah satu ekosistem yang sangat produktif di perairan laut kita tetapi dibalik semua itu ternyata potensi dari wilayah pesisir kita ini tergerus oleh aktivitas berbagai macam pembangunan serta eksplorasi dan eksploitasi yang kurang bertanggung jawab, sehingga sering menimbulkan dampak negatif terhadap potensi sumber daya tersebut. aktivitas tersebut diantaranya industri, pariwisata, pertambangan, navigasi, transportasi yang sering tumpang tindih, sehingga tidak jarang manfaat atau nilai guna ekosistem tersebut menurun. berbagai dampak dari hal trersebut sangat signifikan bagi ekosistem di sekitarnya baik dari ekosistem lingkungan maupun pelaku atau objek dari ekosistem tersebut yaitu manusianya sendiri,  dalam artikel ini kita akan mengkaji tentang masalah pengaruh tumpahan minyak dari aktivitas PT. PERTAMINA UP VI BALONGAN Indramayu terhadap ekosistem mangrove di pantai karangsong indramayu, peristiwa ini terjadi sekitar september tahun 2008, saat itu sebuah kapal tanker Arendal yang membawa minyak mentah itu tumpah di anjungan Laut Jawa karena kebocoran pipa dari kapal tanker ke tangki Pertamina Unit Pengolahan VI Balongan. Tumpahan minyak mentah 150 ribu DWT mencemari laut sejauh 48 kilometer. Sekitar 12.800 lebih hektare tembak udang dan tambak bandeng di 14 kecamatan tercemar minyak. Ini terjadi, antara lain, di Kecamatan Pasekan, Cantinggi, Balongan dan Indramayu. (http://www.indramayupost.com/2009/02/ribuan-warga-indramayu-menunggu-ganti.html).

Minyak tersebut mencemari pesisir laut indramayu salah satunya di pantai karangsong, tumpahan minyak tersebut setelah selang  5 bulan telah menyatu dengan pasir laut sehingga menggumpal serta menempel pada tumbuhan mangrove di sekitar pesisir pantai tersebut, lambatnya penanganan menurut salah satu warga sekitar, hal itu berakibat terhadap tambak serta ekosistem mangrove serta habitat yang menghuni di wilayah tersebut, tumpahan minyak mentah sangat berbahaya bagi tumbuhan mangrove maupun hewan – hewan yang hidup di perairan sekitarnya, seperti invertebrata dan ikan – ikan, dalam studi ini Rutzler dan sterrer (1970) melaporkan bahwa akibat dari tumpahan minyak diesel sekitar 15000 barrel dan minyak “bunker C” Witwater di daerah panama 1968, benih – benih dari avicenia dan rhizophora mati bersama – sama dengan berbagai invertebrata, penyu, burung, alga, yang hidup di daerah intertidal kawasan mangrove.

Jernelov et al (1976) mengamati pengaruh tumpahan minyak di St peter, colombia/ecuador terhadap ekosistem mangrove. menurut mereka setelah terjadinya tumpahan minyak tersebut, banyak akar – akar dan batang – batang dari tumbuhan mangrove tersebut tertutup oleh minyak. Kemudian beberapa tanaman mangrove daunnya mulai berguguran. sedangkan invertebrata yang hidupnya menetap didaerah tersebut, seperti teritip, mussel, oyster, banyak yang mati, dan jumlah kepiting tampak sangat berkurang. Studi tersebut yang tidak jauh beda yang dialami oleh perairan pesisir laut indramayu pada saat itu, tumpahan minyak sudah tidak terkendali walaupun PT. PERTAMINA tersebut bekerjasama dengan Kementrian Negara lingkungan Hidup untuk mengatasi hal tersebut tetapi hasilnya masih kurang maksimal, seperti yang dilaporkan pada kasus – kasus tersebut diatas di pantai laut karangsong indramayu juga kurang lebih demikian, hal tersebut berdampak terhadap produktivitas tambak sekitar pantai yang di dominasi oleh tambak bandeng serta udang windu yang tercemar dan terganggu akibat dari hal tersebut, yang lebih memprihatinkan lagi ekosistem mangrove di daerah tersebut mulai mati akibat dari penempelan tumpahan minyak terhadap tumbuhan mangrove disekitarnya, tumpahan minyak tersebut terbawa ombak sampai ke pinggiran pantai dan berakumulasi menggumpal dengan pasir dan terbawa oleh ombak sampai menempel pada tumbuhan mangrove, pada saat itu organisme seperti siput pantai atau organisme lainnya ikut mati akibat dari tumpahan minyak tersebut, menurut Dr. ir. Supriharyono (2000) dalam bukunya yang berjudul Pelestarian dan Pengelolaan Sumber Daya Alam di Wilayah Pesisir Tropis menyatakan bahwa pengaruh racun dari tumpahan minyak yang terperangkap pada sedimen – sedimen di daerah pantai dapat bertahan sampai bertahun – tahun. Kondisi ini dapat menghambat terjadinya rekolonisasi dari biota yang tumbuh di daerah tersebut. ada kecenderungan tumbuhan darat (terestrial), terutama mangrove lebih peka terhadap racun minyak dibandingkan algae karena komponen minyak  dapat langsung terpenetrasi ke jaringan tubuh tumbuhan mangrove (cowell, 1978).

Hal tersebut adalah salah satu dasar pemikiran dari akibat atau pengaruh dari hal tersebut, semoga kejadian ini tidak akan terulang lagi di kemudian hari kepada pihak yang bertanggung jawab untuk lebih meningkatkan lagi dan memperhatikan tentang masalah penanganan masalah ini yang berkaitan bagi lingkungan wilayah pesisir kita, jaga laut kita untuk masa depan anak cucu kita kelak. JALESVEVA JAYAMAHE…..

Daftar Pustaka :

MS, Supriharyono. 2000.  Pelestarian dan Pengelolaan Sumber Daya Alam di Wilayah Pesisir Tropis. Jakarta : Gramedia.

About these ads
9 Komentar leave one →
  1. April 13, 2010 7:11 am

    Katanya sampai sekarang belum tuntas ya masalah ini..
    Tukeran link ya..sesama blog dermayu.
    Salam,
    Casdira

    • April 13, 2010 7:36 am

      iya ‘ang..kmrn saya sempet ngbrol2 ma salah satu warga di pantai balongan kya gt tanggepannya….

      siap tuker link,,,brg2 berbagi info ya ‘ang…kesuwun uwis mampir,,,, :)

  2. shierly permalink
    Mei 15, 2010 4:07 am

    asw mas…
    wah tulisannya menarik ni…
    oia kalo boleh tau tulisan diatas itu merupakan tulisan penelitian skripsi bukan ya????
    aku mau dunk kalo iya benar..
    aku butuh peta sebaran mangrove yang tercemar minyaknya ni. penting banget ni mas untuk keperluan skripsi aku..

    aku tunggu balasannya segera ya..
    terimakasih

  3. shierly permalink
    Mei 15, 2010 4:10 am

    oia mas, aku mau kontak mas dunk..
    tolong kirim ke email aku ya bublle_99@yahoo.com
    (kalo dah baca komen aku yang ini tolong segera dihapus ya supaya alamat email aku g ke publish…mksh)

  4. shierly permalink
    Mei 16, 2010 2:49 am

    mas,mana koq blm ngasih nmr kontak na???
    aku butuh banget ni mas..
    oia ok ok itu artinya iya tulisan diatas itu merupakan hasil penelitian skripsi mas???
    tolong bgt ya mas, karena saya butuh data na untuk validasi data skripsi saya..
    trmksh

  5. slamet permalink
    Oktober 26, 2011 6:24 am

    wah keren ternyata ada yang neliti juga ya kasus ini, dari unpad lagi..btw angkatan berapa mas?klo empang saya sih udah langsung cair tuh dana ganti rugi nya,..tapi dampaknya sekarang tuh empang rada susah klo ditanamin udang,….hmm…hmmm…da kompensasi tuk jangka panjang nya ga ya dari pertamina?:P

    • Oktober 31, 2011 6:12 am

      angkatan 2008 mas,..ya itulah salah satu dampak jangka panjangnya mas..mugkin saran dari saya bisa dilakukan proses dengan metode bioremediasi untuk tambak udang…mungkin itu bisa membantu :)

  6. Desember 12, 2012 12:38 pm

    halo mas saya mau dong mina sove copynya kebetulan saya mau prektek disana di pertamina balongannya cos saya mahasiswa perikanan tapi bidangnya pengelolaan sumberdaya perairan tlg ya kirimnmrnya mas di email saya karlina_irawan90@yahoo.com oya btw kalau mau magang atau penelitian di pertamina mas punya nmr hp yg bisa hubugi mksh sebelumnya

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: