Skip to content

Kerajaan Jin Pulomas Indramayu

Juli 12, 2010

Seandainya sebagian dinding istana Pulomas itu runtuh lalu masuk ke muara Cimanuk, niscaya bakal muncul areal pendulangan emas terbesar di seluruh jagat. Dengan runtuhnya dinding istana itu maka seisi muara bakal mengandung emas melebihi kandungan lumpur emas di sungai Musi, Kalimantan. Bahkan konon akan lebih besar dari hasil penambangan di Irianjaya.
Sayangnya, dinding istana yang terbuat dari emas itu sangat kokoh, dan istana itupun adanya hanya di alam gaib Pulomas. Di alam manusia, Pulomas hanya berupa rawa-rawa yang bersisian dengan muara Laut Jawa, persisnya berada di Kampung Pulomas, Desa Centigi Sawah, Kecamatan Centigi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Di atas rawa-rawa seluas puluhan hektare itu, menurut terawangan gaib, berdiri kompleks istana dengan bahan terbuat dari emas murni.
Kerajaan dengan keraton sangat megah itu sampai saat ini dipimpin oleh sesosok raja jin sangat sakti bergelar Raden Werdinata, dengan Mahapatihnya yang juga cukup tersohor yakni Mahapatih Jongkara. Sang rajua juga dibantu Panglima Perang bergelar Panglima Kalasrenggi.
Diceritakan oleh juru kunci Kampung Pulomas yang akrab disapa Wak Cartim, dibandingkan raja-raja lain yang menguasai alam gaib, Raja Pulomas tergolong paling tinggi ilmu kadigdayaannya. Alam gaib terbagi dua wilayah, yakni wilayah atas bumi dan di bawah laut. Alam gaib bawah laut dikuasai Nyi Ratu Roro Kidul untuk wilayah Pantai Selatan, sedangkan Pantai Utara dikuasai Nyi Ratu Nawangwulan.
“Kesaktian Raden Werdinata sempat tercatat dalam sejarah berdirinya daerah Kabupaten Indramayu,” ungkap Wak Cartim.
Dikisahkan, semasa Indramayu masih belum punya nama serta masih berupa hutan belantara, singgah seorang kesatria yang sedang mengemban tugas besar. Kesatria itu berasal dari Desa Banyu Urip, Kecamatan Banyu Urip, Kabupaten Bagelen, Jawa Tengah, bergelar Raden Wiralodra.
Kesatria berdarah biru dari Kerajaan Majapahit itu mengemban tugas membuka hutan belantara di lembah Sungai Cimanuk. Untuk menjalankan tugas dari leluhurnya, dia ditemani seorang punakawan atau pembantu yang sangat setia serta sakti bernama Ki Tinggil.
Selama tiga tahun lebih keduanya berjalan kaki dari Bagelen, Jawa Tengah dengan tujuan hutan belantara lembah Sungai Cimanuk. Tetapi, karena ketidaktahuan, mereka kebablasan sampai ke hutan lembah Sungai Citarum, Kabupaten Karawang. Berdasarkan keterangan Ki Sidum seorang manusia kuno sangat sakti dari Kerajaan Pajajaran, Raden Wiralodra dan punakawannya menyadari kalau perjalanannya itu kebablasan.
Melalui perjuangan keras serta mengikuti binatang peliharaan pemberian Ki Sidum yang berupa seekor Kijang Kencana, akhirnya sampai juga mereka ke hutan di lembah Sungai Cimanuk. Tiga bulan membabat hutan di lembah sungai, halangan pun datang. Ternyata di hulu Sungai Cimanuk ada kerajaan jin yang membawahi raja-raja kecil di alam gaib sepanjang aliran sungai sejak Kabupaten Sumedang hingga ke muara Laut Jawa pantai utara Indramayu.
Maharaja jin di hulu sungai itu bernama Budipaksa, yang didampingi seorang mahapatih bernama Bujarawis. Maharaja Budipaksa ini membawahi raja-raja kecil, di antaranya Kerajaan Tunjungbong yang dipimpin Kalacungkring, Kerajaan Pulomas yang dipimpin Raden Werdinata, dan kerajaan-kerajaan jin lainnya sampai tercatat sebanyak 12 kerajaan.
Kehadiran Raden Wirlodra di hutan lembah Sungai Cimanuk membuat gerah bahkan menciptakan teror menakutkan di kalangan bangsa jin dan makhluk halus lainnya yang menetap di lembah sungai. Atas laporan teliksandi, Mahapatih Bujarawis mengadukannya ke Maharaja Budipaksa. Mendengar pengaduan dari mahapatihnya, Maharaja Budipaksa marah besar. Tanpa buang waktu, Maharaja Budipaksa didampingi Mahapatih Bujarawis menyatroni Raden Wiralodra yang sedang membabat hutan didampingi Ki Tinggil.
Diawali perdebatan, terjadilah pertarungan secara kesatria di lembah Sungai Cimanuk. Maharaja Budipaksa berhadapan dengan Raden Wiralodra, sementara Mahapatih Bujarawis berhadapan dengan Ki Tinggil.
Konon, pertarungan dua makhluk berbeda alam itu berlangsung selama dua bulan. Karuan hal ini membuat penduduk gaib di tempat itu bubar ketakutan.
Berkat kesaktian Raden Wiralodra, Maharaja Budipaksa berhasil dilumpuhkan dan dikurung di dasar muara Sungai Cimanuk. Dikisahkan, sebelum dilumpuhkan, Maharaja Budipaksa memerintahkan Mahapatih Bujarawis supaya meminta bantuan para raja kecil taklukannya. Namun, sepuluh raja taklukan Maharaja Budipaksa beserta mahapatihnya dengangampangnya dilumpuhkan oleh Raden Wiralodra dan Ki Tinggil. Hanya Raden Werdinata yang masih bertahan. Dia bertarung melawan Raden Wiralodra, sementara Mahapatih Jongkara maupun Panglima Kalasrenggi kabur dihajar ilmu pamungkas Ki Tinggil.
Karena punya kesaktian seimbang, pertarungan antara Raden Werdinata dengan Raden Wiralodra memakan waktu 11 bulan. Senjata andalan Raden Wiralodra berupa Cakrabaswara yang telah melumpuhkan Maharaja Budipaksa ternyata mampu diatasi Raden Werdinata dengan menggunakan pusaka berupa tameng bernama Kopyahwaring, pusaka turun temurun Kerajaan Pulomas.
Sebelum ada yang jatuh korban, muncul Kalacungkring, penguasa gaib Kerajaan Tunjungbong. Kalacungkring menyarankan pada Raden Werdinata supaya menghentikan pertarungan dan sebaiknya menjalin persaudaraan dengan Raden Wiralodra. Selain dengan dalih Maharaja Budipaksa sudah dikurung di dasar muara Cimanuk, alasan yang paling utama adalah karena ketakutan bilamana leluhur Raden Wiralodra tersinggung. Jika manusia-manusia kuno Majapahit setingkat Ki Sidum murka, niscaya kerajaan alam gaib di sepanjang lembah Sungai Cimanuk dibuat musnah untuk selama-lamanya.
Atas saran Kalacungkring, Raden Werdinata meminta lawannya agar menyudahi pertarungan dan mengajak mengikat tali persaudaraan hingga ke anak cucu. Sebagai pengikat persaudaraan, Raden Werdinata menyerahkan putri kesayangannya bergelar Putri Inten untuk diperistri Raden Wiralodra.
Setelah perdamaian itu, dengan dibantu para prajurit dan penduduk Pulomas, tugas mendirikan kerajaan di lembah Sungai Cimanuk lebih cepat selesai, dan Raden Wiralodra tercatat menjadi pemimpin pertama kerajaan di lembah sungai tersebut, yang hingga kini bernama Kabupaten Indramayu.
Sebagai bangsa jin yang diberi umur panjang, meski Raden Wiralodra telah wafat dan digantikan keturunannya bahkan sampai sekarang ini, Raden Werdinata masih kokoh memimpin kerajaan Pulomas didampingi Mahapatih Jongkara. Sedangkan Panglima Kalasrenggi, setelah kabur dari hadapan Ki Tinggil kini menjadi pemimpin raja kecil di Rawabolang, masuk Desa Jatisura, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.
Seiring perubahan zaman, ikatan persaudaraan antara penduduk gaib Kerajaan Pulomas dengan penduduk Kabupaten Indramayu mulai menyimpang dari makna persaudaraan yang sejati. Penduduk Kerajaan Pulomas siap membantu berbagai problem terkait soal ekonomi yang dialami manusia penduduk Kabupaten Indramayu dengan kompensasi, manusia bersangkutan, sesuai dengan perjanjian menjadi budak di alam gaib Pulomas hingga hari khiamat.
Seiring banyaknya penduduk bangsa manusia yang terjerumus ke dalam perjanjian jiwa, lambat laun Pulomas dikenal sebagai tempat pesugihan. Keberadaan Pulomas sebagai tempat pesugihan, belakangan gaungnya sudah meluas, sehingga orang yang mengadakan laku ritual pesugihan di Pulomas bukan sebatas warga Indramayu, melainkan datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa bahkan hingga ke Sumatera.
Wak Cartim selaku juru kunci memang bukan orang yang dibekali wawasan kehumasan, sehingga dia tidak sekalipun menyediakan buku tamu di kediamannya. Tapi, dari pengakuan para tamu yang minta dibantu melakukan ritual pesugihan, mereka banyak yang datang dari luar Kabupaten Indramayu, bahkan dari luar Pulau Jawa.
Rumah juru kunci pesugihan Pulomas yang sangat tersohor itu, sulit diterima akal sehat. Awalnya Misteri membayangkan rumah Wak Cartim semegah Villa di Gunung Guci, namun ternyata hanya berupa gubuk berdinding bilik anyaman bambu beratap welit yang terbuat dari daun bambu. Di dalamnya hanya terdapat ruang tamu, kamar tidur dan kamar dapur merangkap kamar mandi.
Umur Wak Cartim mungkin di atas 60 tahun. Dia hanya seorang diri menempati rumah gubuk yang berada di bawah rindangnya pohon Asam Jawa itu. Di sekelilingnya dipagari hutan mangrove. Jarak dengan pemukiman penduduk Desa Centigi Sawah sekitar 5 kilometer yang hanya dihubungkan jalan setapak tanpa koral.
Jika siang hari, untuk sampai di rumah juru kunci bisa memanfaatkan jasa ojeg dengan ongkos Rp. 5.000. Jika ada keinginan untuk refreshing, disarankan jalan kaki sambil menyusuri tepian pantai. Meskipun disana-sini sudah tercipta bibir pantai curam akibat abrasi, namun tetap masih menyisakan panorama khas pantai yang indah untuk dinikmati.
Tapi jika lepas Maghrib, jangankan dibayar duakali lipat, dibayar seratus ribu pun tidak bakalan ada tukang ojeg yang bersedia mengantar ke rumah Wak Cartim. Paling disarankan menginap di rumah penduduk untuk berangkat keesokan paginya. Memang tidak sulit mendapatkan penginapan di tempat itu. Nyaris setiap rumah penduduk di desa itu dengan senang hati disinggahi dengan membayar sewa inap sebesar Rp. 50.000 semalam. Dengan sewa sebesar itu malamnya mendapatkan jamuan kopi hangat berikut cemilan khas kampung, dan keesokan paginya seusai mandi mendapatkan segelas kopi disusul sarapan berupa longsong. Sehingga jika ditotal, sewa 50.000 benar-benar murah meriah.
Namun ternyata tidak gampang mengadakan ritual pesugihan di Pulomas. Selama seharian, Wak Cartim tak bosan-bosannya menasihati tamunya supaya mengurungkan rencananya yang jelas-jelas menyimpang dari syariat agama itu. Jika seharian dinasihati tetap ngotot, maka malamnya baru bisa digelar ritual gaib dipandu langsung Wak Cartim.
Ada juga bocoran dari Wak Cartim, khusus bagi orang yang lahir hari Jumat, jangan coba-coba mengadakan ritual, karena dijamin ditolak penduduk gaib Pulomas.
Tidak aneh ketika menyebutkan nama Misteri yang memang lahir hari Jumat karena berawal sukukata “Dha”, tanpa banyak dalih langsung ditolak. Tapi, karena maksud singgah di tempat itu bukan untuk ritual pesugihan melainkan dalam rangka menghimpun bahan tulisan, dengan agak berat hati, Wak Cartim mengizinkan Misteri untuk bermalam di rumah gubuk miliknya.
Malamnya, sejak lepas Isya, Wak Cartim langsung mengajak Misteri bincang-bincang di ruang tamu. Di ruangan ini hanya tersedia tikar pandan dan bantal kapuk randu. Tak ada perangkat meubeler, akibatnya, mesti duduk bersila di lantai tanah yang dilapisi tikar.
Ada yang aneh, meski rumah berada di sekitar rawa dengan dinding bilik dari anyaman bambu, namun di ruang tamu ini tidak terdengar dengungan nyamuk walau satu ekorpun.
Dalam perbincangan, Wak Cartim lebih mendominasi. Banyak sekali yang diceritakan, mulai soal tamu-tamu yang seluruhnya dari kalangan orang-orang gagal dan putus asa, hingga petikan sejarah kerajaan gaib Pulomas seperti yang sudah dipaparkan di muka.
“Karena umurnya mendekati seribu tahun, Gusti Raden Werdinata kini lebih banyak berada di ruang kholwat daripada mengurusi pemerintahan. Beliau lebih banyak berdzikir kepada Allah daripada urusan dunia,” kata Wak Cartim.
Mendengar penuturan kali ini, Misteri dibuat heran. Keheranan di benak Misteri rupanya bisa terbaca. Wak Cartim langsung menjelaskan, semasa masih di bawah pengaruh Maharaja Budipaksa, Raden Werdinata tidak memiliki agama apapun kecuali adat leluhur. Tapi, sejak resmi mengikat persaudaraan dengan Raden Wiralodra, dia menyatakan diri masuk ajaran agama Islam.
Sebagai Raja muslim yang taat, Raden Werdinata tidak pernah dan tidak akan menyesatkan manusia apalagi dari keturunan Raden Wiralodra. Lalu siapa yang mengadakan ikatan perjanjian pesugihan dengan bangsa manusia?
“Sama halnya bangsa manusia, bangsa jin di Pulomas pun ada yang menganut Islam dan agama lainnya, juga ada yang melestarikan adat leluhur. Ada penduduk yang berbudi luhur ada juga yang berperangai jahat. Nah, penduduk Pulomas yang berperangai jahat inilah yang selama ini menangani proses perjanjian pesugihan dengan manusia,” urai Wak Cartim.
Logikanya, mustahil seorang raja mau melayani urusan manusia dari kalangan rakyat biasa. Selain tidak pernah menyesatkan, Raden Werdinata juga konsisten dengan ikatan persaudaraan dengan Raden Wiralodra meski saudaranya itu sudah wafat sejak ratusan tahun silam. Buktinya, dalam dzikirnya, suatu malam Raden Werdinata mendapat petunjuk bahwa daerah Indramayu bakal diterjang ombak pemusnah (Tsunami). Tanpa banyak pertimbangan, dia menyudahi dzikirnya lalu mendatangi penguasa Pantai Utara.
Di hadapan Nyi Ratu Nawangwulan, Raden Werdinata meminta supaya ombak pemusnah itu jangan sampai menerjang penduduk Indramayu. Jika ombak pemusnah itu sampai menerjang, dia sepakat untuk bertarung.
Meskipun sadar ilmu Nyi Ratu Nawangwulan jauh lebih tinggi, demi ikatan persaudaraan dengan Raden Wiralodra, dia rela mempertaruhkan nyawanya mati di tangan Nyi Ratu Nawangwulan.
“Untungnya Nyi Ratu Nawangwulan bersedia memenuhi permintaannya, sehingga ombak pemusnah itu urung menerjang Indramayu dan berputar menerjang daerah Pangandaran, Kabupaten Ciamis,” ungkap Wak Cartim, menutup kisahnya.
Menjelang tengah malam, Wak Cartim pamit untuk mengadakan ritual pribadi di kamar tidurnya, sementara Misteri disuruh tetap di ruang tamu dengan ditemani bantal kumal.
Seiring merembesnya bau buhur jin dari sela-sela dinding bilik kamar tidur, alam mimpi pun tersingkap dan Misteri tidur di ruang tamu yang lumayan sempit itu.

dikutip dari : http://ceriwis.us/showthread.php?t=20655#

About these ads
46 Komentar leave one →
  1. Juli 29, 2010 9:42 am

    Salam kenal…
    Makasih artikelnya, tapi gimana ya ……… apakah cerita di atas dapat dibuktikan secara ilmiah?

    • Juli 30, 2010 5:47 am

      makasih bang dah mampir…

      hehehehe…coba aj bang kesitu.,,, :)

      • Jang permalink
        November 15, 2010 5:35 am

        kang… alamat jelasna dimana yeuh..

  2. darto permalink
    Agustus 17, 2010 12:29 pm

    sy ga tertarik dengan cerita itu,tertariknya dengan rawa-rawanya,

    • Agustus 18, 2010 1:44 pm

      hahahahha…rawa buat mancing mas….dijamin puas mancing disitu mah,,tapi hati2 banyak nyamuknya…….

  3. dirman permalink
    Oktober 7, 2010 2:17 pm

    kang, hebat pinuh geuning wawasan teh…. sok sing lancar kagiatanana….
    tapi sy mah nepi ka ayeuna masih bingung katerangan alam jin teh.
    ceuk beja mah licin, kawas nu bener tapi urang teh teu sadar, rupana nyasar… kahade ah..
    bisa ga ya, cari literatur di alam jin ttg kehidupan dari mulai adam…
    karena banyak versi & banyak agama (ageman sempalan) pecahan2 smp sekarang…
    nuhun kang, asa boga dulur yeuh….

    • Oktober 7, 2010 2:24 pm

      sami – sami atuh kang,,,nuhun nya’ udah mampir k blog urang… :)

  4. Oktober 11, 2010 4:39 am

    Hehe.. ada2 aja ya. Tapi menarik juga mitosnya.

  5. Oktober 28, 2010 3:31 am

    ceritanya sanat mistis tuhh,,kira2 alamat lengkap juru kuncinya dimana tuh hehe ada temen gwe yan mau cari ,,hhe maksh

  6. Jang permalink
    November 15, 2010 5:31 am

    minta alamat yang jelas dong..dimana ? makasih banyak….!!!!.

  7. Februari 5, 2011 7:26 pm

    SALAM KENALL ….

  8. Februari 14, 2011 4:15 pm

    salam kenal…..
    akang mengetahui sampe sejauh itu, spertinya suka ma cerita ghoib.
    ma akang juga tau cerita tentang raden wiragora dan ki geden sor oyod?

  9. syaeful anwar permalink
    Mei 15, 2011 3:54 am

    mantabb kangg ampe d majalah jg ada ,,,,

    by : wong losarang

  10. tauhid permalink
    Mei 22, 2011 7:12 am

    memang bagi kita yg awam akan dunia alam biru sangatlh sulit untuk menerima itu smua….. hal yang mustahil dan tak terlogikan oleh kita….mempercayai dunia gaib itu wajib tapi mempercayai kisah ini itu hak anda….?????

  11. Juni 5, 2011 10:52 am

    SEmoga indramayu menjadi kota yg maju …. amiiin
    dan semoga kota indramayu n indonesia menddapat pemimpin
    yang setia , bhkan rela berkorban nyawa demi mnyelamtkan kota atau negara yang di pimpinya. w selaku org indramyu mersa bangga terhadap 2 sosok pemimpin tersebut.
    1. RADEN WIRALODRA dari bangsa manusia (darah biru)
    2.RADEN WERDINATA Dari bangsa jin.
    harus-nya kita jngan kalah sma RADEN WERDINATA,, beliau dari bangsa jin begitu setianya terhadap ALLAH, agama,janji, dan kekeluargaan..
    kenapa kita tidak . kita makhluk ciptaan ALLAH yg sngat smpoerna di banding makhluk lainya… harusnya kita malu dg kelakuan kita slama ni yg sudah menyimpang,..
    alhamdullilah, subhanallah, ALlahuakbaar…
    sekian n trimksih dan apa bila ada kata2 yg menyinggung atau ada kata2 yg slah sya mhon maaf sebnyak2-nya…
    wassalam..
    by dayat wong SEGERAN KIDUL
    Kec. JUNTINYUAT
    Kab. INDRAMAYU KOTA MANGGA.

  12. mustopa permalink
    Desember 24, 2011 4:46 am

    makasih kg atas sejarah yg telah di paparkan…..

  13. Desember 26, 2011 10:56 am

    sejarah teramat penting

  14. Desember 28, 2011 2:55 pm

    suatu s’at INDRAMAYU mnjadi kota besar..
    di mna sseorang kke tua mngatakan yg sbenar na..

    pi q jga gag tau benar / tidak na..

    hanya ALLAH yg mngetahui smuanya..

  15. Desember 28, 2011 2:57 pm

    INDRAMAYU BISA.,.

  16. Januari 15, 2012 9:45 pm

    tul tuch.

  17. Februari 2, 2012 8:40 am

    Salam,kenal bro,mangga dilanjutken caritana!

  18. Erman permalink
    April 29, 2012 2:22 pm

    salam kenal…sekabe bae sedulur2
    sebenere indramayu….memang betul kota yang awalnya penuh dgn citra yang mengedapankan kegotongroyongan
    disamping itu kota yang memiliki sumberdaya alam yang cukup memadai ( seperti kilang minyak balongan,yang notabene nya terkenal sampai se asia )filosofi :indramayu kalau ada yang menemukan petuah dari orang dulu berkata bahwa indramayu bakal menjadi kota BESAR,memang kalau kita yakinkan sih kebenaranya bakal terbukti
    ya…. itu tadi contohnya ada cerita dari orang kita dulu dan informasi ini memang santer bahkan kalau kita konfirmasi lebih dari puluhan para orang tua kita dengan cros check dilain wilayah memberikan kesimpulan kebenaran cerita tersebut
    jadi begini ceritanya sedulur2 saat itu nyi endang darma ( istri dari almarhum raden wilalodra )berkata kepada rakyat2nya dikala itu “indramayu bakal menjadi kota yang makmur bakalnya,karena akan diseberangi ular raksasa yang panjang dan memebentang”ular raksasa tersebut,sebenarnya hanya ungkapan saja yang sebenarnya yaitu … pipa – pipa pertamina kilang minyak
    kenyatanya akhirnya benarkan sedulur2,indramayu sekarang terdapat kilang minyak yang terbesar dan dipandang sampai kawasan asia,dan bentangan – bentangan pipa nya itulah yang diistilahkan dengan ular panjang dan besar dan membentang

    sedulur-sedulur saya salut akan cerita – cerita mengenai indramayu,dengan pembuktianya dijaman sekarang memang benar apa adanya
    saya sendiri orang indramayu,akan tetapi lama tinggal dijakarta – utara ( cilincing)merasa rindu akan indramayu,dikala setahun sekali saya pulang ke indramayu seakan – akan dalam hati yang sangat dalam ingin menetap selama – lamanya diindramayu,sayang nya semua itu tidak bisa saya wujudkan dikarenakan saya mendapatkan pekerjaanya dijakarta…coba aja sedulur-sedulur kita sendiri selaku wong indramayu e dewek bisa bekerja di indramayu contoh halnya dikilang pertamina balongan tersebut,tuntas sudah keinginan saya untuk tetap menetap di indramayu.yang GEMA RIPAH REPEH Dan rapih……………

    trims
    Ang Erman
    wong losarang – ds krimun blok kebon
    email :ermanhermawan82@gmail.com

    • Mei 1, 2012 4:13 pm

      salam knl balik ‘ang erman..matur kesuwun ats infonya,, :)

  19. Mei 11, 2012 8:19 am

    Apakah Raden Werdinata sama dengan Wiragora?

  20. Ari Wibowo permalink
    Mei 12, 2012 2:48 am

    cool true story

  21. Erman permalink
    Juni 2, 2012 7:14 pm

    tok tok punten…
    sedulue panjenagan priwe kabare,pada sehat ya?
    kang anwar,sampeyan asal sing losarang ya?
    kula ga saking krimun – blok kebon
    kec losarang

  22. Cera permalink
    Juli 11, 2012 8:14 am

    Hi,
    Adakah orang itu masih hidup?

  23. Juli 13, 2012 1:38 pm

    wawancara itu tahun berapa y klo boleh tau dengan wa cartim ? saya orang cantigi-wetan/sentigi sawah asli, artikelny keren ang. sebenarnya banyak cerita2 mistis dan ga masuk logika tapi nyata, yg pertama dulu waktu acara silet di RCTI masih meliput mistis dan misteri pernah datang meliput ke pulau mas dan para normal itu membuka/mencongkel tanah di pulau mas dan dari dalam tanah itu di ambillah batangan2 emas setelah di perlihatkan kemudian batangan2 emas itu di kembalikan dan di tutuplagi dengan tanah semula setelah itu penduduk setempat penasaran dengan timbunan emas di dalam tanah dan menggalinya ternyata batangan2 emas itu telah menghilang.. terus cerita yang ke-2 waktu saya masih SMP sekitar tahun 1999-2000 pernah terjadi perang antara Ds.Cantigi-Wetan/Sentigi Sawah dan Ds.Cantigi-Kulon/Sentigi Desa waktu itu pemicunya gara2 mobil orang cantigi-wetan di bakar sama pemuda2 cantigi kulon sebelumnya terjadi keributan di tmpt hiburan/orang hajatan antara pemuda cantigi-wetan dan cantigi kulon dan setelah mendengar kabar bahwa ada mobil orang cantigi wetan di bakar terjadilah penyerangan orang2 cantigi wetan ke cantigi kulon perang tersebut +/- sekitar 1 minggu dan rumah2 orang cantigi kulon yg dekat dengan perbatasan banyak yg dibakar…. yg menjadi gaib menurut kesaksian orang2 cantigi kulon setelah damai mengatakan bahwa orang2 cantigi wetan yg ikut menyerang terlihat seperti ribuan orang kayak semut berduyun2 sehingga mereka mundur dan lari tunggang-langgang, saya menyaksikan sendiri sebelum perang orang2 cantigi-wetan memakai kain kafan penutup pohon asem yg berada di pulo mas sebagai ikat kepala dan ada jg yg mengikatkan nya di tangan waktu itu juru kunci pulo mas masih di pegang wa.dulah/Haji Dulah. cerita mistis yg terakhir waktu ada MTQ se Indramayu dan sebagai tuan rumahnya kec.cantigi waktu itu ada arak2an/kirab untuk memeriahkan MTQ yg di adakan di kec.cantigi melintasi desa cantigi-wetan/sentigi-sawah dan pada waktu kirab itu ada 3 orang yg meninggal dunia dan menurut desas-desus mungkin acara itu di adakan tidak meminta ijin sebelumny ke penjaga wilayah setempat/pulo mas… Boleh percaya boleh tidak ttp kita ambil nilai positifnya aja salam hangat buat pemilik blog, pembaca, dan salam sedulur indramayu by ANTO

  24. Agustus 3, 2012 8:56 am

    Kang, boleh minta keterangan siapa itu Wiragora?

  25. November 19, 2012 9:05 am

    ini toh yg dinamakn pulomas baru aja waktu sift 3 ngobrol ama tmn saya yg dari lam[pung yg sering k sono.ckp terknl juga wahhh ada kbnggaan nmun lebih baik indramayu terkenal dg preatasinya.TAHUN BARU PULANG KE INDRAMAYU MISS U

  26. much dodix. m ,,, dr boyolali permalink
    Desember 19, 2012 5:55 pm

    PEngen rasanya kesitu bang ,,,

  27. Desember 19, 2012 6:53 pm

    saya tertarik sma crita‘y, tpi saya tidak tertarik dengan mas ith, yg da d pikiran saya, aph saya bsa mencba kemampuan saya wat k alam dia.

  28. liana permalink
    Desember 26, 2012 10:59 am

    q asli dr ds tsb…jujur mski q lahr di daerh itu smpai skrng q blum prnh ke tmpt itu,,takut
    hehehe….
    wat tmn”yg pingn mampir ke ds ku,boleh”sja klo skdr ingn menambh wawasn tp klo untk mencari pesugihan di sarankan jngn,,krn itu adlh musyrik dan sngt di benci Allah swt.
    skdr mengingtkan mencari pesugihan dgn cra spt itu bkn jd kya tp menyerhkan nywa pd mahluk gaib

  29. Desember 28, 2012 2:29 pm

    ok !

  30. Maret 23, 2013 6:22 am

    yang tidak percaya berarti berarti msih belum bisa menerima[mengakui sejarah im)

  31. Reang mah wonk regolis indramayu,rang percaya ceritane,sebabe rang ge pada2 mahluk allah swt...ok lanjut lur ceritane, permalink
    April 29, 2013 3:15 pm

    Apik ceritane kang

  32. lestari permalink
    Juni 4, 2013 4:31 am

    Tlg alamat jelasnya dimana ? thx

  33. Rasjad permalink
    Juli 4, 2013 8:09 am

    Anu…pantai utara (laut jawa) kan emang gak ada pertemuan lempeng bumi, jadi gak ada zona subduksi di laut jawa. Kecil sekali kemungkinan ada tsunami di pantai utara, wong nda ada zona gempanya. Memang kalo Allah berkehendak bisa lain ceritanya. Tp emang dari zaman dulunya gak pernah ada historikal tsunami di pantai utara. Tsunami di pangandaran ya karena memang dipicu gempa di laut selatan. Maaf ya, emang begitu kok…

  34. kang ata permalink
    Juli 11, 2013 1:51 am

    kang,saya barusan hbis main di Ds cantigi indramayu,main di rumah saudara .
    tapi saya blm tahu tempat PULO EMAS nya .
    asli wong dermayu maju terus indramayu maju DS cantigi
    semoga banyak TV menyiari DS itu .

    kel. kang ata
    ds jatibarang baru kec jatibarang
    belakang jogja jatibarang

    asli wong dermayu

  35. Agustus 31, 2013 5:12 am

    aku yg asli anak cantigi,kt hrs prcy dg adany ALLAH,hidup mati,rizqi semua hny yg kuasa yg nentuin,kt sbg umat muslim hrs brfrofeksi diri,brusha krj yg halal,kecil ataupun bsr rizqi kt dpt hrs disukuri,ingtlh hidup didunia hny smntr dan sgl sesuatu yg kt ambil hrs ingt dg adny hisab siksa kubur,maaf bkn aku mnggurui hny mengingtkn,aku jg insan yg bnyk kekhilafn,kt hrs brsukur sm yg kuasa,ALLAH gk akn mmbiarkn umatny yg bnr2 tk brdaya,kuatkn iman kt SUKSES

  36. Oktober 23, 2013 2:47 am

    sya sring lewat pulo Mas skilas mlihat dri gerbang depan.suasana Mistis`y Bgitu kental.tiada daya kkuatan ats izin Allah

  37. Januari 20, 2014 2:40 am

    Waduh kang misteri,. kang misteri bli nakoni wak cartimekuh menusa tah dudu??
    pembacakan pengen weruh asal usule wak cartim,. wak cartim bisa cerita panjang lebar sampe weruh detil terjadine tsunami sedangkan ilmuan sing dataran kec pasekan bae ora weruh,. kuen wak carime jare sapa?
    aja aja wak cartime jare jeh maning,.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: