Skip to content

MENGUAK SISI LAIN PULAU BIAWAK INDRAMAYU

Agustus 17, 2010

Ketika kita mendengar kata Pulau Biawak pasti sudah terlintas dalam benak kita tentang sesosok hewan seperti Komodo yang banyak berkeliaran di pulau tersebut.

Pulau Biawak merupakan salah satu pulau yang mempunyai ciri khas hewan “Biawak” (varanus salvator).


Pulau ini juga lebih dikenal dengan sebutan “pulau rakit”, “pulau menyawak” atau “pulau bompyis” seiring dengan kemajuan jaman pulau ini kini dikenal dengan pulau biawak.

Hewan ini “Biawak” banyak dijumpai di pulau tersebut, mungkin agak mirip – mirip Pulau Komodo kali yah :)

Pulau Biawak ini secara administratif termasuk kedalam wilayah Desa Pabean Ilir Kabupaten Indramayu, terletak di lepas pantai laut jawa ± 40 km di sebelah utara pantai Indramayu pada posisi 06°56’022’’ LS dan 108°22’015’’ BT. Dengan luas pulau ± 120 ha, terdiri dari ± 80 ha Hutan bakau dan ± 40 ha  hutan pantai / darat.

Pulau biawak ini dikategorikan dalam “virgin forest” dikarenakan pulau tersebut memang masih benar – benar asri dan terjaga walaupun akhir – akhir ini sudah mulai adanya ancaman dari ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.

Terakhir saya kesana penjaga pulau tersebut adalah Bapak Sumanto dan Bapak La Anang mereka hanya berdua untuk menjaga pulau seluas ini.

Bpk. Sumanto

Bpk. La Anang

Namun dibalik dari keindahan dan keelokan pulau tersebut saya akan sedikit cerita tentang sisi lain dari pulau tersebut ;

Pada masa pemerintahan belanda pulau ini telah dibuat Mercusuar yang gunanya sebagai petanda bagi hilir mudiknya perahu belanda. Mercusuar ini sekarang telah berumur 138 tahun dibangun pada masa pemerintahan Z.M. WILLEM III pada tahun 1872, sampai sekarang mercusuar ini masih kokoh berdiri walaupun telah berapa kali mengalami perbaikan pada anak tangganya yang telah keropos dimakan oleh jaman dan masih berfungsi sebagai petanda bagi para nelayan atau pun kapal lainnya.

Pemandangan dari atas Mercusuar

Mercusuar Z.M. Willem III 1872

Mercusuar ini terdiri dari ribuan anak tangga dengan tinggi kurang lebih sekitar 65 meter, dengan lampu suar bertenaga surya. Mercusuar ini berbahan baja yang sangat kuat dan kokoh. Jangan salah Mercusuar ini sebenarnya dibuat oleh nenek moyang kita, nenek moyang kita yang mengerjakan Mercusuar ini. Menurut penjaga pulau biawak kaca pada mercusuar ini sering pecah akibat tersambar petir.

Ada cerita mengenai populasi hewan biawak di pulau ini, menurut penjaga pulau biawak “Bpk Sumanto” hewan biawak disini bukan biawak biasa diantaranya adalah ada salah satu kelompok biawak yang dulunya biawak tersebut asuhan dari nyonya belanda penghuni pulau ini dan sekarang masih ada tetapi jarang dijumpai atau mistis, ada perbedaan dengan biawak yang lazimnya biawak asuhan nyonya belanda ini menurut beliau mempunyai ciri corak kalung berbeda dilehernya. Populasi biawak di pulau ini kurang lebih sekitar 300 ekor.

Biawak air “varanus salvator”

Setiap pagi hewan biawak ini hilir mudik mencari makan tak sedikit biawak yang muncul dan biawak – biawak ini seolah – olah sudah berteman baik dengan manusia tetapi jangan salah kalau kita mengganggu mereka pasti marah juga.

Jenis biawak di pulau ini merupakan biawak air (varanus salvator). Tiap pagi penjaga pulau biawak ini memberi makan ikan, kata beliau biawak – biawak ini sudah beliau anggap anak sendiri.

Di pulau ini juga terdapat beberapa makam belanda dan syeh diantaranya adalah makam Syeh Syarif Hasan. Syeh Sarif Hasan ini menurut pak sumanto merupakan orang Cirebon yang menyebarkan agama islam di wilayah jawa barat beliau sering bertapa di pulau ini.

Makam Syeh Syarif Hasan

Makam Belanda “tak dikenal”

Makam tak dikenal

Ada juga beberapa makam belanda yang sampai saat ini belum dikenal, mungkin dulunya yang menjaga pulau tersebut. Maka sudah tak jadi cerita ketika teman – teman yang pernah kesini ada yang merasakan mistisnya. Pulau ini juga sering dijadikan sebagai tempat pesugihan bagi para manusia yang sesat, yang ingin sukses dengan jalur iblis. Menurut masyarakat indramayu di pulau biawak ini sering dijadikan tempat ritual biasanya disebut “ngiwe” atau jalur kiri. Ada pula jalur kanan. Kata warga sekitar jika mengambil jalur “ngiwe” maka syaratnya lebih berat tetapi hasilnya cepat dan cepat pula habisnya walaupun hasilnya telah habis tetapi “wadal” atau Tumbal nya masih tetap berjalan sedangkan jalur kanan syaratnya ringan hasilnya sama namun dapatnya lama, entah apa arti semua itu. Juru kunci untuk hal demikian ada di Indramayu kota sudah banyak orang indramayu maupun orang luar Indramayu yang telah melakukan hal tersebut. Penjaga pulau biawak hanya bisa menasihati sebelum mereka melakukan niatnya tersebut tetapi menurut penjaga pulau tersebut kebanyakan mereka bertekad bulat dan jarang yang mempan untuk mengurungkan niatnya.

Hal berikutnya yaitu mengenai sesosok hewan kepiting, menurut penjaga pulau ini ada hewan kepiting yang ukurannya sekitar 30 cm dan berjalan sangat lamban. kepiting ini dilarang untuk ditangkap ataupun diganggu apalagi dikonsumsi karena kepiting ini bukan kepiting biasa “mistis” tak jarang pengunjung dapat bisa bertemu dengan kepiting ini, mitosnya jika kita bertemu dengan kepiting ini maka kita akan mendapat rejeki kelak.

Ada suatu cerita dari Bpk. Sumanto beliau pernah melihat sesosok ular raksasa yang menurut beliau adalah ular tersebut jelmaan dari Pusaka Dewi Nawang Wulan, pusaka tersebut minta diberikan tempat. maka pak. Manto pun memberikan suatu tempat yaitu pembersihan suatu lokasi sebagai tempat pusaka tersebut sampai sekarang tempat tersebut masih terjaga dan sosok ular tersebut sudah tidak pernah muncul lagi.

Ada hal unik lainnya di pulau ini yaitu tentang keberadaan sumur yang airnya berwarna merah darah, konon menurut pak. Manto sumur ini dulunya tidak seperti ini, dulu kata beliau sumur ini pernah dijadikan tempat ritual seseorang namun ritual tersebut gagal entah karena hal apa dengan kejadian tersebut tak lama kemudian sumur ini airnya berubah menjadi merah. Setelah beberapa tahun sumur ini menampakan warna air yang merah ternyata pak. Manto suatu ketika belum lama ini memperoleh mimpi untuk menetralkan sumur tersebut, menurut beliau saya telah membersihkan sumur tersebut dari semak belukar dan pohon – pohon besar, tak lama kemudian setelah beberapa bulan berjalan sumur ini telah kembali berwarna jernih, kata beliau sumur ini telah bisa untuk dijadikan tempat ritual kembali.

Sumur Keramat

Ada satu cerita lagi ketika KKLD Pulau Biawak ini akan dibangun, pada saat itu para pekerja bangunan dating dengan membawa peralatan serta bahan bangunan. Namun sebelum itu pak. Manto telah mendengar gerombolan jin penunggu pulau biawak ini tertawa dan bertepuk tangan seraya berkata “akan banyak daging kita” di pinggir pantai namun para pekerja tidak mengetahui hal tersebut, lalu pak manto menyuruh para pekerja itu balik lagi ke pelabuhan agar membawa hewan kambing untuk ritual, tidak sembarangan untuk membuat bangunan di pulau ini karena pulau ini masih kuat sisi gaibnya. Lalu para pekerja pulang kembali padahal mereka belum mengerjakan apapun di pulau itu, setelah itu para pekerja bangunan serta mandor dating dengan membawa seekor kambing untuk ritual dan kepala kambing tersebut disembelih dan di kubur di pulau tersebut. Alhamdulilah setelah kejadian tersebut para pekerja tidak diganggu walaupun ada sedikit gangguan – gangguan namun tidak begitu parah. Sampai sekarang bangunan – bangunan pondok bagi wisatawan masih berdiri namun kurang terawat, sayang sekali.

Itulah sedikit cerita sisi lain dari pulau biawak ini, semoga bisa dijadikan sebagai bahan informasi yang berguna selepas cerita diatas percaya atau tidak allahualam, kita sebagai manusia harus tetap teguh beriman kepada Tuhan kita Yang Maha Kuasa.

About these ads
21 Komentar leave one →
  1. darto permalink
    Agustus 17, 2010 12:40 pm

    bos,dipulau itu ada penginapannya ga,klu sy liburan ke indo sy mo coba kesitu,sepertinya pulau itu masih alami

    • Agustus 17, 2010 3:22 pm

      ada mas….mas tinggal minta pinjem kuncinya aja d dinas kelautan indramayu…ada pondoknya koq…rumah penjaganya juga ad…

  2. Frans permalink
    September 25, 2010 5:40 pm

    bisa berikan nama dan no telp orang yg bisa di hubungi di Pulau Biawak, ataupun contact person yg tau mengenai Pulau Biawak?

    langsung ke email aja: frans_sung@yahoo.co.uk

  3. Frans Damopoly permalink
    Januari 24, 2011 8:58 am

    Saya tertarik untuk berkunjung ke Pulau Biawak mohon petunjuk berangkat dari pelabuhan mana dan apakah ada pemondokkan
    serta ongkos sewa kapalnya , terima kasih.

  4. lianlianmaro permalink
    Februari 9, 2011 6:14 am

    kerennnn..tp ko mistis ya? :)
    kabar2in kalo mo kesana ya?
    akomodasi kalo dari indramayunya sendiri kesana brapa ya?

  5. rita permalink
    Maret 15, 2011 2:41 pm

    Waahh menarik niy… Boleh minta CP yang bisa di hubungi kalau mau ke Pulau Biawak? trmksh yaa :) email saja ke aqu41f@yahoo.com

  6. fikri permalink
    Mei 3, 2011 4:42 am

    selamat siang om

    mau minta bantuannya nih, saya mau berkunjung ke pulau biawak bersama rekan2 saya.
    saya mau tanya untuk CP disana saya hubungi siapa, untuk tempat menginap dsb
    lalu untuk alat2 snorkling seperti kacamata dll apakah ada yang menyewakan di pulau biawak

    apabila mas berkenan tolong dibalas via email saja,
    terima kasih

  7. Mei 30, 2011 2:40 pm

    Kapan bisa kesana ya….

  8. Juli 9, 2011 12:48 pm

    hayo lah HIKMI-HIMATSI miyang mana…^_^

  9. George permalink
    November 8, 2011 7:33 am

    ke pulau Biawak harus ekstra hati hati. baru saja saya dgn tim kesana pada tgl 6 november 2011 utk sesi pemotretan dan kami blm pernah tahu sejarah ttg pulau tsb, saat mulai kami tiba di pulau tsb, saya pribadi sdh merasakan hawa mistis apalagi saat kami mulai melewati gerbang yg bertuliskan P. biawak saya merasakan aura mistis makin kuat. Saya merasakan gerbang tsb merupakan batas utk memasuki dunia lain. saya pribadi melihatnya merupakan perkampungan jin, dan benar saja seseorg daritim kami menjumpai sosok kakek tua berjanggiut putih, padahal yg mtnunggu pulau tsb hanya 4 org dan beberapa kali rekan kami sellu menanyakkan berapa jumlah org di pulau tsb. kami tim pulang sekitar pkl 7 malam dan toiba tiba angin begitu kuat, baru beberapa meter kapal kami meninggalkan pulau tsb, kapal kami di hempas pmbak setinggi 2 meter , keadaan saat itu langit gelap gulita dan kapal kami di tengah laut dihempas ombak terus menerus. saat kapal dihempas ombak saya melihat bamyak sosok hitam besar yg menatap kami seolah menunggu kami jatuh ke laut. kami satu tim berdoa….singakatnya kami di hempas gelombang di laut selama 4 jam dan baru bisa tiba didarat sekitar pukul 1 malam……benar benar pengalaman yg amazing dan menegangkan……..email gbachtera@gmail.com

    • November 8, 2011 9:03 am

      memang cuaca lg kurang bagus mas sekarg mah…lain kali kalo pngn k pulau biawak pertimbangin cuaca yah informasinya bisa call dinas kelautan setempat atau k polair…sebenarnya kalo masalah gaib itu mah jelas ada namun asal kita bisa saling menghargai dan tidak mengganggu satu sama lain insyallah aman2 aja :)
      jgn kapok k bompys island Aka Pulau biawak ya mas….hheheh..

  10. srh permalink
    Desember 5, 2011 2:13 pm

    wah asik jg tuh buat berpetualang apalg untuk bulan madu ada ga buat penginapan disana, mas bs minta CP nya dong. Sy dan suami rencana ke sana bulan February 2011 thx

    • srh permalink
      Desember 5, 2011 2:27 pm

      uppss sorry February 2012 thx

    • Desember 6, 2011 10:10 am

      mba bisa gabung ke group kita d facebook “Biawak Scuba Diving” disitu ada info mengenai trip ke pulau biawak…

  11. Januari 8, 2013 12:15 pm

    bulan desember kemarin saya habis kesana,dan yang saya rasakan adalah keindalahan pulau yang sangat menawan,dan tidak ada gangguan apa2,keindahan bawah lautnya bagus banget…dan penginapan disana terawat kok tenang aja :)

  12. achong permalink
    Maret 1, 2013 2:55 am

    saya sangat tertarik dengan cerita di atas dan berkeinginan untuk mengunjungi pulau tersebut, cuma kalo mau kesana kami harus naik perahunya dimana tks.

    • Maret 1, 2013 3:31 am

      bapak bisa sewa perahu nelayan d daerah karangsong atau dadap pak…

  13. Asnadi permalink
    Mei 20, 2013 7:17 pm

    Saya asli oran Pabean Ilir..
    Kalo kesitu hati2, jgn sembarangan sama hewan2 disitu, ya saya cuma meningatkan!
    Oh ya, sebenernya didaerah saya ada dua pulau, yg satu pulau menyawak (biawak), yg satunya lagi pulau gosong. Keduanya saling berdekatan dan masih asri semua!

  14. Asnadi permalink
    Mei 20, 2013 7:17 pm

    Saya asli orang Pabean Ilir..
    Kalo kesitu hati2, jgn sembarangan sama hewan2 disitu, ya saya cuma meningatkan!
    Oh ya, sebenernya didaerah saya ada dua pulau, yg satu pulau menyawak (biawak), yg satunya lagi pulau gosong. Keduanya saling berdekatan dan masih asri semua!

  15. Asnadi permalink
    Mei 20, 2013 7:25 pm

    Satu lagi.., tolong jangan rusak pulau kami. Itu aset yg tak ternilai, sayang kalau harus dirusak oleh tangan yg ga bertanggung jawab. Tanah desa kami perlahan mulai tidak subur karena keberadaan PERTAMINA yg semakin merajalela membangun tempat pengeboran dimana2, tambak disini sudah tidak seproduktif dulu. Gimana mau produktif, lha wong limbahnya saja dialirkan ke sungai. Saya sama sekali “Tidak Bangga” Pertamina ada disini, bahkan saya “Benci” keberadaannya. Ga ada gunanya Pertamina buat rayat Indramayu, yg ada kami tambah sengsara gara2 tanah kami tercemar!
    Jadi jgn sampai pulau ini ikut rusak gara2 ulah manusia!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: