Skip to content

Nadran, Persembahan Untuk Laut Utara Jawa

Desember 12, 2009

Author: Indramayu Post | Posted at: Kamis, Oktober 15, 2009 | Filed Under: Seputar Adat Indramayu |

Indramayu – Mangga Indramayu memang terkenal di seluruh pelosok Nusantara. Namun, mangga bukan satu-satunya produk kebanggaan wilayah yang mempunyai luas 204.011 hektare itu. Sejak dulu, kabupaten di pesisir utara Pulau Jawa ini dikenal dengan hasil laut dan nelayannya yang tangguh. Para nelayan menjelajah sampai ke perairan Jawa Timur, Kalimantan, hingga Laut Cina Selatan.

Bagi ribuan nelayan Indramayu, laut adalah sumber rezeki. Untuk menunjukkan rasa syukur, tiap tahun para nelayan menggelar Nadran atau pesta laut. Aneka lomba dan atraksi tradisional digelar, seperti balap perahu, sepakbola antarnelayan, atraksi genjring lengkap dengan berbagai jenis akrobat. Yang penting, bersyukur dan bersukaria bersama.

Sehari sebelum puncak perayaan Nadran, semua warga bersiap-siap. Berbagai jenis hidangan disajikan untuk nantinya dinikmati bersama. Mereka juga membuat meron, perahu miniatur, yang selalu dihias semeriah mungkin. Sesaji utama adalah seekor kerbau jantan yang sehat tanpa cacat. Bagian kepala dan kulit kerbau yang akan jadi bagian dari sedekah laut. Sesaji lainya adalah masakan dan buah-buahan.

Keesokan harinya, Meron dilarung sekitar lima kilometer selepas pantai. Sesaji ini menjadi rebutan para penonton yang ada di kapal-kapal pengiring. Usai melarung, juru kunci mengambil air laut yang nantinya bakal dijadikan air upacara ruwat. Tradisi yang konon telah dimulai sejak zaman kerajaan-kerajaan Hindu ditutup dengan pagelaran wayang kulit. Usai pertunjukkan wayang, juru kunci Nadran membagikan air upacara ruwat kepada warga yang antre.
dikutip dari http://www.indramayupost.com/2009/10/nadran-persembahan-untuk-laut-utara.html

One Comment leave one →
  1. esa permalink
    Februari 20, 2015 4:39 am

    Oh jadi sesaji makanan yg dihanyutkn itu dimakan juga ma orang2 ya. Trus pmimpin upacara nadran tu syukuran di tujukn pd siapa? Kalo ditujukn pd ‘raja’ atau ‘ratu’ dr bangsa jin, jin tdk makan makanan manusia,jin udah punya mcm2 makanan bangsa jin. Klo ditujuknnya ma dewa jadi kyakinanny apa. Klo gotong royong,kbrsamaannya ya bagus krn udah lama jaman materialistis n individualis jadi ‘brhala’ banyak orang, ya gak?.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: