Skip to content

Pesona Pulau Biawak Indramayu

Desember 12, 2009

Author: Indramayu Post | Posted at: Senin, September 14, 2009 | Filed Under: Seputar Pariwisata Indramayu |

Indramayu – Berbeda dengan kawasan selatan, wilayah laut utara Jawa tak identik dengan wisata. Kalaupun ada titik-titik yang dijadikan tempat wisata, pemandangan yang ditawarkan tetap tak seindah kawasan laut selatan. Seperti itu juga kondisi wisata laut di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pesisir Indramayu tidak memberikan tawaran serupa pantai di Kabupaten Sukabumi atau Garut yang sama-sama termasuk wilayah Jawa Barat. Bahkan, pesisir sering kali merupakan daerah kantong-kantong kemiskinan yang ditandai dengan rumah-rumah dan lingkungan yang kumuh.

Namun, kunjungilah Pulau Biawak. Pesona alam merupakan anugerah Tuhan bagi pulau yang berjarak sekitar 40 kilometer dari pantai utara Indramayu ini. Airnya bening dan pasirnya putih seperti kebanyakan pantai di kawasan selatan. Daratan seluas 120 hektar ini juga kaya dengan tanaman bakau yang hijau dan rapat dipandang dari ketinggian.

Sedikitnya ada dua nama lain yang lazim digunakan untuk menyebut Pulau Biawak, yakni Pulau Rakit dan Pulau Menyawak. Karena itu, Anda tak perlu berdebat ketika orang menyebut nama selain Pulau Biawak. Petugas menara suar yang tinggal di sana, Slamet Riyanto, mengatakan, sebelumnya ada lagi sebutan untuk Pulau Biawak, yakni Pulau Bompyis, yang merupakan nama warisan penjajah Belanda. “Kalau tidak salah, nama Pulau Rakit diubah menjadi Pulau Biawak pada tahun 1980-an,” kata Slamet yang bertugas di sana bersama seorang temannya.

Tulisan nama Bompyis masih tersisa pada papan di ruangan genset. Genset itu digunakan untuk penerangan permukiman petugas dan, terutama, untuk menyalakan lampu suar. Lampu penunjuk arah bagi para pelaut itu terletak pada menara setinggi 65 meter. Bangunan tersebut juga merupakan “warisan” Belanda, yakni dibangun pada tahun 1872. Di bagian dalam menara, yang berbentuk silinder, terdapat tangga memutar dengan keseluruhan anak tangga berjumlah 240. Butuh keberanian untuk menaiki tangga tersebut. Namun, jika berhasil mengalahkan rasa takut dalam diri Anda, di puncak menara Anda akan menemukan pemandangan hutan bakau dan laut yang memesona.

Sesuai dengan namanya, pulau ini merupakan habitat biawak (Varanus salvator). Konon reptilia itu sudah ada sejak pulau tersebut didatangi manusia pada lebih dari satu abad yang lalu. Belum ada penghitungan yang memberikan data pasti tentang jumlah binatang itu. Namun, jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan ekor. Mereka hidup di rawa-rawa dan semak-semak hutan bakau yang keberadaannya mendominasi daratan itu.

Biawak-biawak tersebut tidak jinak. Namun, “mereka tidak menyerang kalau tidak kita ganggu,” kata Dulrokhim (61), nelayan Indramayu yang tengah berada di sana. Dulrokhim menambahkan, biawak biasanya juga mampir ke kawasan rumah penjaga menara suar, terutama saat ada nelayan yang singgah membawa ikan. “Mungkin bau amis ikan itu yang mengundang mereka datang,” kata Dulrokhim. Meski tidak jinak, lanjutnya, ada beberapa biawak yang tak segera lari kalau didekati. “Mungkin sudah terbiasa. Jadi, tidak takut lagi terhadap manusia,” kata Dulrokhim lagi.

Ada beberapa biawak yang keluar dari kerimbunan hutan bakau. Seekor di antaranya bahkan cukup besar, panjangnya sekitar 1,5 meter. Tubuhnya dibalut kulit warna coklat kehitaman dan dipenuhi bintik-bintik kuning. Menurut Dulrokhim, hanya biawak jenis itu yang sering ia jumpai. Namun, tak hanya biawak yang merupakan kekayaan fauna lingkungan Pulau Biawak. Banyak juga burung yang melintasi angkasa pulau tersebut, antara lain cangak laut (Ardea sumatrana), trinil pantai (Bubulcus ibis), dan burung udang biru (Alcedo Caerulenscens).

Lautnya yang bening juga merupakan surga bagi ratusan jenis biota laut dengan bentuk dan warna yang indah. Kondisi terumbu karang pada kedalaman tiga meter masih cukup bagus. Berdasarkan data di Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, terdapat 95 jenis ikan yang mewakili 30 famili, antara lain ikan zebra (Dendrichirus zebra), kupu-kupu (Chaetodon chrysurus), dan merakan (Pterois valiteus). Dengan menyelam, ikan-ikan cantik itu dapat dilihat mulai dari kedalaman lebih kurang satu meter. Sayangnya, pada tahun 2004 keindahan ini pernah tercemar oleh lapisan minyak mentah. Tidak diketahui dari mana asal minyak mentah tersebut. Diduga, bahan pencemar itu berasal dari kapal tanker yang sering melintasi kawasan perairan Indramayu. “Waktu itu, terumbu karang banyak yang mati,” kata Kepala Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Indramayu Koko Sudeswara.

Selain Pulau Biawak, kawasan ini juga menawarkan kecantikan Pulau Gosong dan Pulai Candikian. Pulau Gosong berjarak tempuh sekitar setengah jam dari Pulau Biawak. Pulau Candikian juga berjarak 30 menit dari Pulau Biawak. Berbeda dengan Pulau Biawak, kedua pulau ini tak berpenghuni. Bahkan, Pulau Gosong yang sebenarnya lebih luas dari Pulau Biawak hanya tersisa beberapa meter persegi. Pulau itu sering digunakan untuk bertapa dengan tujuan mencari kekayaan dan sejenisnya. Pulau ini “hilang” akibat pengerukan untuk pembangunan Pertamina Unit Pengolahan VI Balongan Exor I sekitar tahun 1980-an.

Melihat potensi alamnya, kawasan ini bisa memuaskan para pemburu kenikmatan wisata. Pulau cantik itu saat ini benar-benar masih perawan. Untuk perjalanan sekitar empat jam dari Indramayu ke lokasi itu, misalnya, belum tersedia perahu khusus. Kalaupun menyewa, pengunjung harus merogoh kocek sekitar Rp 750.000 untuk perahu nelayan berkapasitas sekitar sepuluh orang. Selain itu, juga belum ada dermaga yang memudahkan pengunjung mencapai bibir pantai saat air pasang. Selain itu, juga belum ada rumah-rumah peristirahatan yang bisa disewa wisatawan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Indramayu Abdul Hakim mengatakan, Pemerintah Kabupaten kesulitan mengembangkan kawasan itu. Terutama, katanya, tidak ada daya tarik wisata lain yang bisa ditawarkan sebagai pendamping Pulau Biawak.

Selain itu, kawasan tersebut benar-benar belum tersentuh sehingga investor pasti enggan mengingat besarnya biaya yang harus ditanamkan. Meski demikian, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Indramayu sudah berencana menggarap potensi itu. Saat ini telah tersedia anggaran Rp 1,6 miliar dari APBN dan Rp 375 juta dari APBD II. “Pemerintah provinsi juga telah membantu saat identifikasi potensi,” kata Hakim.

Ia berharap, setelah pemerintah membuka “isolasi”, investor akan tertarik mengembangkan Pulau Biawak. “Tentunya dengan rambu-rambu yang akan membatasi upaya komersialisasi agar tetap terjaga untuk konservasi,” kata Hakim lagi. Pemerintah Kabupaten Indramayu, katanya, telah menyiapkan peraturan daerah untuk itu.

dikutip dari http://www.indramayupost.com/2009/09/pesona-pulau-biawak-indramayu.html

32 Komentar leave one →
  1. Icha permalink
    Desember 14, 2009 12:39 pm

    tuh a, uda comment:p

    emg pulau biawak dimana a ?
    hehe..

  2. -- diaN -- permalink
    Desember 15, 2009 9:09 am

    hmmpp …
    t4 wiSata pulao biawak ini gga asing sii d teLinga ..
    tapii ak sm x tuhh bLum pernaa nyobain kasanaa ..

    bisa tunjukin gga dmn tempatny ??
    weeew :9

    • Desember 15, 2009 9:40 am

      pulau biawak terletak kurang lebih sekitar 40 km dr pantai utara indramayu atau dari pelabuhan karang song indramayu,,cobalah anda berkunjung kesana,,tp sayng nya belum ada transportasi khusus untuk menuju kesana menurut kepala dinas pariwisata sedang d upayakan hal tersebut jikaanda berminat untuk mengunjungi pulau biawak anda bisa kesana menggunakan kapal nelayan setempat atau charter kapal nelayan biasanya sekitar 750 ribu untuk sepuluh org mungkin bisa di nego lg harganya,,,,untuk informasi lengkap anda bisa kunjungi dinas pariwisata atau dinas kelautan setempat,,

      terima kasih dah mampir k blog saya,, 🙂

      • Sonny Valiandra permalink
        Januari 1, 2010 2:46 pm

        Pulau Biawak….?
        Mantab jg kl mampir ksana….
        Cuma mo Koment masalah tarif sewa kapal nelayan to menuju pulau itu neh..,
        Saya pernah nego ke beberapa nelayan,biaya untuk sewa kapal kesana sekarang sekitar Rp.1.000.000,- itu untuk 10 orang n itu jg ga sampai ke tepi pulau.
        oh ya 1 hal lg….
        denger2 di pulau biawak sudah tercemar oleh limbah perusahaan X yg ada di indramayu ya?
        bener ga tuh?
        trus apa usaha pemerintah untuk menanggulangi pencemaran itu??
        thnx ya….

      • Januari 1, 2010 3:07 pm

        iya memang benar,,rata – rata tarif menuju kesana sekitar 100rb perorang tetapi jika sepuluh 10 org masih bisa di nego sampai 8rts atau 9rtsan..dalam hal transportasi pihak dari dinas pariwisata serta dinas kelautan indramayu belum bisa menyediakan transportasi khusus buat menuju kesana jadi wisatawan masih menyewa kapal dari nelayan setempat…

        pada tahun 2008 sendiri pulau biawak memang tercemar oleh limbah minyak mentah dari kapal tanker yang bocor,,minyak tersebut mencemari sektar pulau biawak,,akibat dari ulah tersebut ekosistem terumbu karang serta biota laut laiinnya terganggu..

        dari pihak pemda sendiri menurut saya masih kurang tanggap tentang hal tersebut pada saat itu,,tetapi dari berbagai upaya pemulihan limbah sampai sekarang sudah mulai meningkat dan mulai teratasi hal tersebut terbukti bahwa sekarang pulau biawak sudah menjadi objek wisata bahari yang indah dibandingkan dahulu..sudah banyak wisatawan yang berkunjung disana walaupun pulau tersebut sedang berbenah dalam hal pariwisata tapi cukup kita acungi jempol buat usaha pemerintah daerah indramayu yang telah bertekad memajukan wisata bahari tersebut

        terima kasih,,,.

    • eful permalink
      Agustus 24, 2012 6:11 am

      di indramyu

  3. elrianjani permalink
    Desember 30, 2009 6:36 am

    ehmmmm…
    halo mas darmadi…
    wah udah banyak perubahan nih yeee blognya…
    hahaha….
    keren.. keren…
    terus berkarya dan bermanfaat bagi semua orang yaa!!!!
    sip!!!!!

  4. buyung srengseng permalink
    Februari 10, 2010 8:25 pm

    dah lama aq mndambakan mengunjungi pulau biawak namun………. ya gitu deh…… fulus n fulus !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    klo saja para nelayan bs bawa qta dg cuma2 seperti nelayan d jepara yg menampung orang manuju pulau karimun jawa

    • Februari 11, 2010 2:23 am

      bisa juga bos ikt nelayan dgn cuma2 asal siap ngankutin jala ma balok es aja,,heheheh…gk cuma bcnda :p ,,klo knl ma dkt ma nelayan sekitar sih bisa ikt mereka klo mereka mau berangkat mencari ikan d sekitar pulau biawak atau pulau rakit,,,makasih dah komnt ya bos,,,

  5. buyung srengseng permalink
    Februari 10, 2010 8:28 pm

    oia……. dr karangsong 4 jam, klo dr dadap brapa jam………?????????????

    • Februari 11, 2010 2:21 am

      kalo gk salah dari dadap sekitar 6 jam..tp tergantung kecepatan mesin kapalnya juga sih bos….klo pke layar mungkin nyampe 2 hari,,,hahhahaha….makasih dah comnt,,,🙂

  6. Maret 23, 2010 4:53 am

    Saya putra asli indramayu yang sekarang sudah bermukim di Surabaya, saya sempat tertarik dengan “keperawanan” Pulau Biawak untuk saya dan keluarga berwisata saat pulkam nanti. Tp setelah baca artikel ini saya jadi “aras-arasen” (boso suruboyoan bro) untuk kesana karena fasilitas yang seadanya. Dalam benak saya mungkin setelah dr sana bukan kesenangan yang di dapat tp lebih ke “pada pegel kabeh awake reang”. Mungkin pemkab indramayu bs lebih bijak untk meyikapi masalah tersebut agar “pesona alam GRATIS” dari Tuhan ini bs di maksimalkan dg sedikit kreatifitas yang nantinya bs jadi sumber pendapatan daerah yang baru.

    ok Thanks bro, maju terus Indramayuku…..

    • Maret 23, 2010 11:54 am

      iya mas….semoga,,,kta gah pengene mah mengkonon tp pemerintah masih setengah2 kayanya buat wisata pulau biawak ini,,,salam kanggo sedulur kabeh wong dermayu ning kana ya mas,,,

  7. oging permalink
    April 26, 2010 8:19 am

    mas mohon informasi wisata ke pulau biaya, klo bisa ada rincian biaya, buat transporttasi, makan dan penginapan di daerah sana. (buat 10 orang)

    klo bisa mas juga ikut jadi pemandu kita, start nya dari bandung.

    detilnya kirim ke imel aja klo bisa.

    makasih banyak buat bantuannya

    • April 26, 2010 3:18 pm

      klo buat jd pemandu kyanya saya gk bisa mas cz lg kuliah gk mungkin saya bolos,,,heheheh…

      saya ada saran mending mas kunjungi DISKANLA di indramayu nah minta pemandu dari situ aj disitu juga menyediakan perahu juga buat trip kesana,,,ok…ok…

  8. Hasan permalink
    Juni 11, 2010 4:34 am

    Mau nanya neh..? Untuk biaya 1jt berapa hari sewa kapal nelayane, kayane isun tertarik pengen ngunjungi langsung.

  9. yunanithebest permalink
    Juni 16, 2010 11:18 am

    foto2nya mana mas…
    rencana wiken ni kita ksana.. mdh2n cuacanya cerah jd kita bs nyeberang k pulaunya..🙂

  10. Vika permalink
    Juli 5, 2010 9:55 am

    waaa kita lage denger nih nama pulau “biawak” & tertarik buat explore kesana..minta contac person disana dunk yg bisa buat cari info seputar kapal, penginapan dll…
    thengkyuuuu🙂

    • Juli 5, 2010 4:14 pm

      ok..ok….nanti aku kirim lwat FB mba ya..klo ktemu itu juga emailnya bnr ma fb,,hehhe

  11. nok titis permalink
    Juli 5, 2010 1:28 pm

    tragis…saya udah hidup di indramayu 24 tahun tapi durung pernah ng pulau biawak sedetikpun. penget bgt ksana tapi trnspot larang ya mas… upload dong fto2nya biar ga penasaran..

    • Juli 5, 2010 4:13 pm

      lumyan mba biasanya untuk nyewa perahu nelayan buat kesana sekitar 1jt..untuk 10 orang..ya satus ewuan lah baka patungan kurang lebih..

      sekali2 kesitu mba ajak suami ma anknya juga,,hehhe

  12. Permana permalink
    Juli 22, 2010 10:14 am

    Mas, mo nanya, ada info dari temen katanya untuk disana katanya minimal harus 2 hari ya? katanya kalo gak 2 hari nelayan nya gak mau..
    gitu sih,, bener gak? soalnya saya baru ni tinggal di indramayu, mana di sukra lagi yg jauh banget dari karangsong..
    trus akomodasi disana gmana? buat makan, penginapan, apakah ada? atau kita harus bawa makanan dan tenda sendiri?
    makasih sebelumnya

    • Juli 23, 2010 5:45 am

      iya..masalahnya gk mungkin bolak balik sehari perjalanannya aja kn 4 jam…trus liat cuaca juga klo ombak lg tenang biasanya subuh jd nelayan gk bisa klo berangkat subuh pulng sore….jd minimal 2 hari bergkat subuh pulang bsk subuhnya,,,,

      klo tentang akomodasi bisa buka blog ini dsini juga ad nmr tlp nelayannya…
      http://lembaranpung.wordpress.com/2010/07/15/pulau-biawak-atol-di-laut-jawa-ii-teknis-perjalanan/

      penginapan disana ada,,gratis pling tinggal kasih uang tip aj buat penjaganya se ikhlasnya…makan bawa sendiri disana gk ad warung….

      semoga bermanfaat..🙂

  13. Januari 14, 2011 5:08 pm

    sodara sepupu pulau komodo nih.. Semoga saja sesukses kakak sepupumu..😀

  14. dadang permalink
    Januari 15, 2011 9:47 pm

    bos … itu harga 100rb untuk Pulang pergi ………

  15. baam permalink
    Februari 19, 2012 10:26 am

    jumlang pengunjung pertahunnya brp a ?

    • Februari 21, 2012 4:03 pm

      kurang tau boss,,bisa tanya kedinas dinas pelabuhan,disporabudpar atau dinas kelautan indramayu mereka punya data pengunjung ke pulau biawak…

  16. Juli 29, 2012 8:05 am

    wa, enda pengen mg pulau biawak bisa ngubungi ente tah

  17. Januari 20, 2013 3:53 am

    Pingin ke situ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: