Lanjut ke konten

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM Menghitung Sel Darah Merah dan Sel Darah Putih Pada Ikan Lele (Clarias gariepinus)

Februari 11, 2010

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Dalam proses kehidupan organism, organism senantiasa berusaha mempertahankan kelangsungan hidupnya tak terkecuali pada ikan. Salah satu mekanisme dalam menjaga kelangsungan hidup adalah dengan melakukan proses metabolism yang didapat dari asupan makanan. Organism memerlukan makanan dan oksigen untuk melakukan metabolisme di seluruh tubuhnya. Berbagai proses metabolism menghasilkan sisa (sampah) yang harus dikeluarkan oleh tubuh. Peredaran materi, baik berupa bahan-bahan yang diperlukan oleh tubuh seperti oksigen maupun hasil metabolism dan sisa-sisanya dilakukan oleh system peredaran darah.

Sistem peredaran darah semua hewan vertebrata mempunyai pola yang sama, namun tiap-tiap kelompok mempunyai peredaran darah tertentu yang mempunyai anatomi organ peredaran darah. Darah pada ikan mempunyai dua komponen utama yaitu sel-sel dan plasma darah. Darah dalam tubuh memiliki fungsi sebagai pengangkut bagi berbagai macam senyawa dan zat-zat yang diperlukan tubuh, mengatur jaringan tubuh, alat pertahanan tubuh terhadap ancaman dari luar dan menjaga kestabilan suhu tubuh.

Eritrosit merupakan salah satu sel darah  yang sangat berperan dalam proses pengangkutan materi-materi di dalam tubuh. Eritrosit mengandung hemoglobin yang memungkinkannya mampu mengangkut oksigen lebih banyak dari pada oksigen tersebut bergerak sendiri dalam plasma darah. Hemoglobin juga menyebabkan warna merah pada darah, sehingga eritrosit disebut dengan sel darah merah. Sedangkan leukosit merupakan salah satu sel darah lainnya yang sangat berperan sebagai benteng tubuh dari berbagai ancaman.

1.2 TUJUAN

Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui jumlah sel darah merah dan sel darah putih yang terdapat pada ikan lele (Clarias gariepinus)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Darah berupa cairan yang dibangunkan oleh plasma darah, sel darah dan substansi lain yang terlarut di dalamnya. Plasma darah berupa cairan zat putih telur yang mengandung bagian-bagian dari sel darh, mineral terlarut. Di luar pembuluh darah , darah akan membeku disebabkan oleh kerja ensim trhombokinase yang bereaksi dengan garam kalsium menjadi trombin yang aktif.

Ikan memiliki kadar protein plasma berupa albumin (pengontrol tekanan osmotik), lipoprotein (pembawa lemak), globulin (pengikat heme), ceruloplasmin (pengikat Cu), fibrinogen (bahan pembeku darah), dan iodurophorine (sebagai yudium anorganik).

Fungsi utama darah yaitu transportasi bahan materi yang dibutuhkan bagian tubuh, atau yang tidak diperlukan dibawa ke organ pembuangan. Darah, juga menjaga masuknya bahan penyakit, memperbaiki bahan jaringan yang rusak, mengantarkan bahan pertumbuhan, dan membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh. Dengan adanya hormon dalam aliran peredaran darah, seolah-olah darah berfungsi seperti sistem saraf tambahan.

Pertukaran oksigen dari air dengan CO2 terjadi pada bagian semipermiable yaitu pembuluh yang terdapat di daerah insang. Selain dari itu, di daerah insang terjadi pengeluaran kotoran yang bernitrogen dan insang juga mengeleminir mineral yang berdifusi. Jantung mengeluarkan darah yang relatif kurang oksigen dan berkadar CO2 tinggi.

Ikan pada umumnya, vena utama yang membawa darah kembali ke jantung ialah sepasang vena kardinalis anterior-dan posterior (Gambar. ). Vena yang pertama, membawa darah dari bagian kepala berjalan berdampingan dengan sepasang vena jugularis yang letaknya lebih ke tengah. Dari ekor berjalan vena caudalis yang tunggal, kemudian bercabang dua menjadi vena portae renalis menuju ke ginjal. Di dalam ginjal vena potae renalis mempercabangkan banyak vena renalis advehentes, dan masing-masing cabang ini pecah menjadi kapiler darah. Jaring kapiler darah ini kemudian bersatu kembali menjadi beberapa vena renalis revehentis yang mengalir ke permukaan tengah dari ginjal dan bermuara pada vena kardinalis posterior.
Sistem peredaran vena pada ikan teleostei

Volume darah yang beredar dalam tubuh ikan Teleostei berkisar antara 1,5 – 3 % dari bobot tubuhnya. Pada Squlus acanthias volume darah bisa mencapai 5% dari bobot tubuhnya.

2.1 KOMPOSISI DARAH

Darah berbentuk cairan yang berwarna merah, agak kental dan lengket. Darah mengalir di seluruh tubuh kita, dan berhubungan langsung dengan sel-sel di dalam tubuh kita. Darah terbentuk dari beberapa unsur, yaitu plasma darah, sel darah merah, sel darah putih dam keping darah.

  1. Plasma darah
    Unsur ini merupakan komponen terbesar dalam darah, karena lebih dari separuh darah mengandung plasma darah. Hampir 90% bagian dari plasma darah adalah air. Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari makanan ke sel-sel serta membawa sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan. Fungsi lainnya adalah menghasilkan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit atau zat antibodi.
  2. Sel darah merah (Eritrosit)

Sel darah merah mengandung banyak haemoglobin. Darah berwarna merah sebab haemoglobin berwarna merah tua. Sel darah merah dihasilkan dilimpa atau kura, hati dan sumsum merah pada tulang pipih. Sel darah merah yang sudah mati dihancurkan di dalam hati.

  1. Sel darah putih (Leukosit)

Sel darah putih bentuknya tidak tetap. Sel darah putih dibuat di sumsum merah, kura dan kelenjar limpa. Fungsinya untuk memberantas kuman-kuman penyakit.

  1. Keping darah (Trombosit)

Bentuk keping darah tidak teratur dan tidak mempunyai inti. Diproduksi pada sumsum merah, serta berperan penting pada proses pembekuan darah.

2.2 FUNGSI DARAH

Fungsi darah dalam metabolisme tubuh kita antara lain sebagai alat pengangkut (pengedar), pengatur suhu tubuh dan pertahanan tubuh. Peredaran Oksigen pada tubuh :

  1. Oksigen diedarkan ke seluruh tubuh oleh sel darah merah.
  2. Darah yang dipompa dari bilik kanan jantung menuju paru-paru melepaskan CO2 dan mengambil O2 dibawa menuju serambi kiri.
  3. O2 dari serambi kiri disalurkan ke bilik kiri
  4. Dari bilik kiri O2 dibawa ke seluruh tubuh oleh sel darah merah untuk pembakaran (oksidasi)
  5. Peredaran darah besar yaitu peredaran darah yang berasal dari jantung membawa oksigem dan sari makanan ke seluruh tubuh dan kembali ke jantung membawa karbondioksida.
  6. Peredaran darah kecil yaitu peredaran darah dari jantung membawa karbondioksida menuju paru-paru untuk dilepas dan mengambil oksigen dibawa ke jantung.

Jadi kesimpulannya, fungsi darah adalah :

  • Mengedarkan sari-sari makanan ke seluruh tubuh
  • Mengedarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh
  • Mengangkut karbondioksida ke paru-paru
  • Mengedarkan hormon

2.3 HEMASITOMETER

Haemocytometer adalah perangkat awalnya dirancang untuk penghitungan sel darah. Sekarang juga digunakan untuk menghitung jenis sel serta partikel mikroskopis lainnya.

Yang hemocytometer diciptakan oleh Louis-Charles Malassez dan terdiri dari tebal kaca mikroskop slide dengan lekukan persegi panjang yang menciptakan ruang. Ruangan ini diukir dengan menggunakan laser-tergores grid dari garis tegak lurus. Perangkat ini disusun dengan hati-hati sehingga daerah yang dibatasi oleh garis yang diketahui, dan kedalaman ruang juga dikenal. Oleh karena itu mungkin untuk menghitung jumlah sel-sel atau partikel dalam volume tertentu cairan, dan dengan demikian menghitung konsentrasi dalam cairan sel-sel secara keseluruhan.

2.4.1 GELAS OBJEK KAMAR HITUNG

Daerah yang diperintah dari hemocytometer terdiri dari beberapa, besar, 1 x 1 mm (1 mm 2) kuadrat. Ini dibagi dalam 3 cara; 0,25 x 0,25 mm (0,0625 mm 2), 0,25 x 0,20 mm (0,05 mm 2) dan 0,20 x 0,20 mm (0,04 mm 2 ). Pusat, 0,20 x 0,20 mm ditandai, 1 x 1 mm persegi dibagi lagi menjadi 0,05 x 0,05 mm (0,0025 mm 2) kuadrat. Yang mengangkat tepi hemocytometer memegang coverslip 0,1 mm dari grid ditandai. Ini memberikan setiap persegi volume yang ditetapkan.

Dimensi Area Volume pada kedalaman 0,1 mm
1 x 1 mm 1 mm 2 100 nl
0,25 x 0,25 mm 0,0625 mm 2 6,25 nl
0,25 x 0,20 mm 0,05 mm 2 5 nl
0,20 x 0,20 mm 0,04 mm 2 4 nl
0,05 x 0,05 mm 0,0025 mm 2 0,25 nl

Ukuran sel-struktur yang akan dihitung adalah yang terletak di antara tengah-tengah tiga baris di bagian atas dan kanan atas kuadrat dan batin dari tiga baris di bagian bawah dan kiri alun-alun.

Dalam peningkatan Neubauer hemocytometer (menengah umum), jumlah sel per ml dapat ditemukan hanya dengan mengalikan jumlah total sel ditemukan dalam kotak hemocytometer (daerah sama dengan kotak merah pada gambar di sebelah kanan) oleh 10 4 (10000 ).

Berikut adalah dua metode sederhana untuk menghitung sel berdasarkan luas permukaan hemacytometer digunakan untuk menentukan jumlah sel. Other counting schemes are accetable also.  The choice of methods depends upon the cell concentration – the accuracy of the procedure depends upon the number of cells counted.  When cell concentration is low, one should count more grids. Lain skema accetable menghitung juga. Pemilihan metode tergantung pada konsentrasi sel – ketepatan prosedur tergantung pada jumlah sel dihitung. Ketika sel konsentrasi rendah, orang harus menghitung lebih grid.

Metode A
Menghitung jumlah sel-sel di luar kotak 4 (lihat panel sebelah kiri Gambar 2).

Konsentrasi sel dihitung sebagai berikut:

Sel konsentrasi per mililiter = Total jumlah sel dalam 4 kuadrat x 2500 x faktor pengenceran

Contoh: Jika salah satu sel 450 dihitung setelah menipiskan suatu alikuot suspensi sel 1:10, konsentrasi sel asli = 450 x 2500 x 10 = 11.250.000 / ml

Metode B
Perkiraan sel 5 konsentrasi dengan menghitung kuadrat di tengah alun-alun besar (lihat panel sebelah kanan pada Gambar 2).

Konsentrasi sel dihitung sebagai berikut:

Sel konsentrasi per mililiter = Total jumlah sel dalam 5 kuadrat x 50.000 x faktor pengenceran

Contoh: Jika salah satu sel setelah 45 dihitung menipiskan suatu alikuot suspensi sel 1:10, konsentrasi sel asli = 45 x 50.000 x 10 = 22.500.000 / ml

Gambar 2. Menghitung prosedur untuk Metode A (panel kiri) dan B (kanan panel).

2.4.2 PIPET THOMMA

Pipet Thomma adalah jenis pipet yang digunakan untuk pengenceran sel darah. Ia tidak mengukur menipiskan darah atau cairan dalam jumlah tertentu (misalnya, dalam mililiter), melainkan dalam hal bagian dari volume total volume pipet. Yang pipet terdiri dari sebuah batang yang ditandai dengan 2 divisi. Tanda pertama menunjukkan unit 0,5, dan yang kedua menunjukkan tanda 1,0 unit. Di atas batang adalah bola lampu pencampuran yang berisi manik-manik kecil.  Alat ini membantu dalam pencampuran darah dan pengencer. Lampu di atas pencampuran kapiler pendek lain dengan tanda berukir (11,0 di sel putih pipet dan 101,0 pada sel merah pipet). Sel merah pipet volume 101 unit. Batang setiap pipet berisi 1 unit volume dan bola lampu berisi bagian sisanya.

2.5 IKAN LELE (Clarias gariepinus)

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Siluriformes
Famili: Clariidae
Genus: Clarias
Scopoli, 1777

Lele atau ikan keli, adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki “kumis” yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya.

Lele, secara ilmiah, terdiri dari banyak spesies. Tidak mengherankan pula apabila lele di Nusantara mempunyai banyak nama daerah. Antara lain: ikan kalang (Sumatra Barat), ikan maut (Gayo dan Aceh), ikan sibakut (Karo), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makassar), ikan cepi (Sulawesi Selatan), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah) atau ikan keli (Malaysia).

Sedang di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond (Thailand), gura magura (Srilangka), ナマズ (Jepang) dan 鲇形目 (Tiongkok). Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish. Nama ilmiahnya, Clarias, berasal dari bahasa Yunani chlaros, yang berarti ‘lincah’, ‘kuat’, merujuk pada kemampuannya untuk tetap hidup dan bergerak di luar air.

BAB III

PROSEDUR KEGIATAN

3.1 WAKTU DAN TEMPAT

Waktu kegiatan praktikum fisiologi perhitungan jumlah sel darah merah yaitu pada hari rabu, tanggal 18 november 2009 jam 12.30-14.00 WIB. Sedangkan perhitungan jumlah sel darah putih yaitu pada hari rabu tanggal 25 november 2009 jam 12.30-14.00 WIB.

Tempat pelaksanaan praktikum adalah di Laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan gedung dekanat baru.

3.2 ALAT DAN BAHAN

3.2.1 Alat-alat yang digunakan dalam praktikum fisiologi perhitungan jumlah sel darah merah dan sel darah putih adalah sebagai berikut :

a. Mikroskop, untuk melihat seldarah merah dan sel darah putih,

b. Counting Chamber, untuk perhitungan sel darah merah dan sel darah putih,

c. Pipet Thomma, untuk menyimpan darah agar darah tidak beku, sekaligus tempat pengenceran sel darah,

d. Hand counter, untuk alat hitung sel darah,

e. Talenan, sebagai tempat memotong organ ikan,

f. Pisau, untuk memotong ikan lele yang akan diuji cobakan.

3.2.2 Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum fisiologi penentuan nilai hematokrit adalah sebagai berikut :

a. Sampel darah ikan lele (Clarias gariepinus), sebagai objek pengamatan,

b. Larutan Hayem’s, sebagai larutan pengencer sel darah merah,

c. Larutan Turk, sebagai larutan pengencer sel darah putih,

d. Alkohol 70%, sebagai larutan yang diteteskan pada ikan,

e. Larutan akuades, sebagai larutan yang diteteskan pada ikan.

3.3 PROSEDUR KERJA

Langkah-langkah pengambilan sampel darah untuk ikan lele adalah sebagai berikut:

  1. Menimbang berat ikan dengan menggunakan neraca yang telah disediakan.
  2. Tempatkan ikan lele diatas talenan dan bagian pangkal ekornya dipegangi agar tidak bergerak dan memudah kan pemotongan pangkal ekor dengan pisau bedah.
  1. Setelah darah yang keluar dari pangkal ekor dihisap dengan pipet thomma sebatas skala 0,5 dan dihentikan penghisapan tersebut dengan cara menekan ujung lidah ke ujung karet penghisap, kemudian segera masukan kedalam larutan Hayem’s (bila menghitung sel darah merah) sampai skala 101 atau larutan Turk (bila menghitung sel darah putih) sampai skala 11.
  1. Kemudian karet penghisap dilepaskan dari pipet dan kedua ujung pipet ditekan dengan ujung ibu jari dan ujung telunjuk agar cairan tidak keluar selanjutnya digerakan dengan arah memutar selama 3 menit agar merata.
  1. Sebelum dilakukan penghitungan terlebih dahulu dilakukan pemunculan kamar hitung dibawah mikroskop sampai terlihat kotak-kotak kecil baik untuk tempat penghitungan sel darah merah dan sel darah putih.
  1. Setelah terlihat kamar hitung segera ditetesi celah dalam parit hemasitometer dengan beberapa tetes sampel darah dan dibiarkan beberapa saat setelah darah, kemudian baru dilakukan penghitungan sel darah merah maupun sel darah putih dengan hand counter.
  1. Jumlah kotak untuk menghitung sel darah merah seperti pada gambar yaitu sebanyak 5 kotak yang berada ditengah kamar hitung dan dihitung jumlah sel darah merah untuk masing-masing kotak, kemudian dijumlahkan dan dibagi 5 untuk rata-ratanya. Faktor pengali adalah 50.000 yang harus dikalikan dengan rata-rata jumlah untuk menyatakan jumlah sel darah merah per ml darah. Sedangkan untuk sel darah putih menghitung keempat kotak dibagian sudut pada gambar dan dihitung jumlah sel per kotak dibagian sudut kemudian dijumlahkan dan dibagi 4 untuk rata-ratanya. Faktor pengali adalah 3200 yang harus dikalikan dengan jumlah rata-rata tersebut untuk menyatakan jumlah sel darah putih per ml darah

BAB IV

HASIL PENGAMATAN

Perhitungan sel darah dengan menggunakan hemasitometer, di dapat sebagai berikut :

  1. Perhitungan sel darah merah (sdm) :

sdm 1 : 54

sdm 2 : 69

sdm 3 : 77

sdm 4 : 65

sdm 5 : 78

∑ sdm : 343

Rata-rata (x): ∑ sdm = 68,8

6

Sel darah merah  = x × factor pengali

= 68,6 × 50.000

= 3.430.000 sel per ml darah

  1. Perhitungan sel darah putih (sdp) :

sdp 1 : 115

sdp 2 : 120

sdp 3 : 135

sdp 4 : 127

∑ sdp : 497

Rata-rata (x) : ∑ sdp = 124,5

4

Sel darah putih = x × factor pengali

= 124,5 × 3200

= 397600 sel per ml darah

BAB V

KESIMPULAN

Jumlah kisaran ikan dalam keadaan normal adalah untuk sel darah merah adalah 20.000-3.000.000 sel/ml, sedangkan sel darah putih sekitar 20.000-150.000 sel/ml. Dari hasil pengamatan dan perhitungan didapatkan bahwa ikan lele berada pada kisaran jumlah yang banyak untuk sel darahnya. Hal tersebut disebabkan karena adanya adaptasi fisiologi antara ikan lele dengan lingkungan tempat hidupnya, di lumpur. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuhnya pada kondisi lingkungan yang rendah kadar oksigen dan rentan akan serangan pada tubuhnya, maka ikan lele dilengkapi dengan jumlah sel darah yang tergolong banyak.

Alat yang digunakan untuk menghitung sel darah merah dan sel darah putih adalah hemasitometer, hasil praktikum diperoleh jumlah sel darah merah ikan lele sebanyak 3.430.000 sel per ml darah dan diperoleh sel darah putih ikan lele sebanyak 397600 sel per ml darah. Selain itu kesalahan dalam penghitungan sel darah merah dan sel darah putih kemungkinan dapat terjadi, seperti : kesalahan praktikan ketika menghitung sel darah, pada saat menyayat darah ikan terlalu banyak yang terbuang, ikan kehabisan darah terlebih dulu sebelum sempat dihisap dengan pipet thomma.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Darah

http://www.anneahira.com/pencegahan-penyakit/darah.htm

http://www.e-smartschool.com/pnu/003/PNU0030011.asp

http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/1836318-komposisi-darah/

http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/tugas-kuliah-lainnya/sistem-peredaran-darah-pada-vertebrata

http://akademik.unhas.ac.id/lms/inherent/Ikhtiologi/bab06.html

http://www.smallcrab.com/kesehatan/25-healthy/655-mengenal-secara-singkat-fungsi-dan-bagian-bagian-darah

http://id.wikipedia.org/wiki/Lele

http://library.usu.ac.id/download/ft/tkimia-salmah.pdf

http://www.animal.ufl.edu/hansen/Protocols/hemacytometer.htm

http://en.wikipedia.org/wiki/Hemocytometer

http://learn.sdstate.edu/Deb_Pravecek/Chem382/Hemoglobin.htm

About these ads
5 Komentar leave one →
  1. endah permalink
    Maret 23, 2010 6:50 am

    mau nanya niEh…..
    apa saja yg menyebabkan nilai esritrosit tidak normal????

  2. maly permalink
    Desember 6, 2010 6:59 am

    kang sangat membantu. sy mau komen kesalahan pd saat praktikumnya.
    kasian kang ikan lelenya mati ga itu kehabisan darah?
    makasih

  3. anonim permalink
    April 16, 2012 6:16 pm

    marine science kok praktikumnya pake ikan lele ya… kapan ikan lele main ke laut???

    • April 16, 2012 6:48 pm

      sangat setuju dengan anda….bukan hanya lele kita juga prakteknya pake ikan mas..hahhaha..katanya sih jauh dr laut deketnya gunung…semoga kedepannya bisa lebih baik lg buat yang punya penyelenggara pendidikan… :)

Lacak Balik

  1. Vacant Jobs for Every One » ikan lele putih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: