Skip to content

Dayak Indramayu

Februari 17, 2010

Alkisah disebuah dusun terpencil muncullah seorang yang dianggap sebagai guru. Dengan segala kelebihan yang dimiliki, hasil dari belajar di berbagai tempat selama dia mencari arti sebuah kehidupan. Guru ini berjuang mamahami hidup dengan berbekal ilmu yang diperoleh dan hasil dari oleh pikir secara pribadi.

Dayak Indramayu

Dayak indramayu

Pada tahap selanjutnya, sang guru mulai mengajarkan apa yang dia temui kepada beberapa orang yang tertarik, hingga lama-kelamaan terciptalah sebuah komunitas yang sangat menghormati apa yang diajarkan oleh sang guru. Komunitas ini semakin dikenal oleh masyarakat luar, bahkan mulai menarik perhatian dari pemerintahaan kala itu. Dengan menuai pro dan kontra, komunitas ini tetap ada dan melakukan aktivitas seperti biasa, entah sampai kapan.

dayak indramayu

dayak indramayu

Sebuah kisah yang merupakan sebuah gambaran bagi Suku Dayak Hindu -Budha Bumi Segandu Indramayu yang bermukim di wilayah Kampung Segandu, Desa Krimun, Losarang, Indramayu. Komunitas yang memunculkan pro dan kontra di Indramayu, bahkan hingga nasional. Banyak pembelaan yang dilakukan oleh aktivis HAM (?) dan aktivis budaya baik lokal maupun tingkat nasional.

ritual dayak indramayu

ritual dayak indramayu

Bagi masyarakat Indramayu sendiri, fatwa MUI seharusnya bukan menjadi polemik yang berkepanjangan, dan juga bukan ajang untuk melakukan ujian terhadap sebuah fatwa, apakah fatwa itu benar atau tidak. Bagi kaum muslimin, jelas apa yang dilakukan oleh komunitas dayak ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Sudah menjadi tugas MUI untuk melindungi akidah Islam dari segala bentuk penyimpangan dan penodaan, hal ini seharusnya tidak diperdebatkan.

Mengenai adanya pembelaan dari beberapa budayawan Indramayu yang mengatakan, bahwa Dayak Bumi Segandu bukanlah sebuah agama atau aliran kepercayaan, bahkan dengan tegas mengatakan bahwa mereka pun beragama, namun seperti masyarakat muslim yang tidak melaksanakan sholat. Sungguh sebuah perumpamaan yang picik kalau tidak mau dikatakan sebuah perumpaan yang mengada-ada. Kita tidak bisa menyamakan aktivitas Dayak Bumi Segandu dengan orang muslim yang tidak sholat, saya tidak akan menjelaskan secara detail, mungkin pembaca sudah bisa memahami hal tersebut.

Jikalah komunitas ini masih meyakini apa yang diajarkan dan keyakinan itu tidak bisa berubah, maka sebaiknya mendaftarkan diri ke Departemen Kebudayaan untuk menjadikannya sebuah aliran atau agama, seperti halnya Konghucu. Itu merupakan jalan tengah, daripada kita sesama warga Indramayu berdebat soal sebuah keyakinan, satu sisi mayoritas masyarakat Indramayu yang notebene adalah muslim, tentu tidak ingin akidahnya terganggu akibat penyebaran sebuah pemahaman yang belum dianggap sah oleh pemerintahan resmi saat ini, dilain pihak, Dayak Bumi Segandhu pun tidak mau melepas keyakinannya itu untuk kembali kepada keyakinan sebelumnya atau keyakinan yang sesuai dengan konsensus nasional. Maka sebuah jalan tengah harus ditempuh, daripada setiap pihak selalu memunculkan argumen masing-masing melalui media.

Sebuah catatan menarik dari komunitas online, ternyata literatur tentang dayak indramayu ini cukup banyak beredar diinternet, dan sempat menjadi perdebatan di dunia facebook. Pada intinya, asal mereka tidak mengganggu dan menimbulkan ancaman, namun memang harus ada kejelasan mengenai status keyakinan mereka sesuai dengan aturan yang berlaku di negara ini.

Silahkan setiap pihak berfikir jernih. Pemerintah harus tegas dalam hal ini, sebelum masalah ini berlarut-larut, harus ada sebuah tindakan signifikan dari pemerintah, jangan sampai hal ini menjadi sebuah konflik bagi masyarakat Indramayu, masih banyak pekerjaan berat menanti didepan demi mamajukan Indramayu.(tom)

*Salam hangat kami untuk sesama Muslim dan saudara-saudara kami di Bumi Segandhu

(download sekilas Dayak Indramayu).

dikutip dari :

http://wiralodra.com/2009/09/dayak-indramayu/

5 Komentar leave one →
  1. arif sasongko joediantoro permalink
    Mei 18, 2011 7:28 am

    perlu di rawat dan dijaga kelestariannya

  2. leo permalink
    Oktober 8, 2011 1:36 am

    Iya, ayuk bantu mereka daftarkan ke Departemen Agama. Sesuai pengamalan Pancasila sila I.
    Emm, diriku saat ini sedang pada tahap pemantapan pembelajaran tentang Pendidikan Pancasila Menuju Kebangkitan Nasional tingkat 7.

  3. Desember 24, 2012 5:02 am

    tumpah darah satu , satu bangsa , satu bahasa , rawe – rawe rantas , malang – malang tuntas .

  4. arif sasongko joediantoro permalink
    Januari 14, 2014 1:22 pm

    selamat tahun baru buat saudaraku
    sukses ada padamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: