Skip to content

Perikanan Tangkap Kabupaten Indramayu

Januari 12, 2013

Kabupaten Indramayu dengan panjang pantai 114 km memiliki potensi usaha penangkapan ikan di laut yang cukup besar dalam pengelolaan sumberdaya kelautan, namun demikian besarnya potensi ini masih didominasi oleh nelayan kecil (armada dibawah 10 GT), dari 4.163 unit armada yang ada 3.090 unit adalah armada di bawah 10 GT atau dari 32.476 orang nelayan sekitar 26.667 orang adalah nelayan kecil.  Kondisi ini menggambarkan bahwa sebagian besar armada usaha penangkapan ikan di Kabupaten Indramayu didominasi oleh armada-armada kecil.

Usaha penangkapan ikan di laut mendominasi kegiatan pengelolaan sumberdaya kelautan, namun demikian kegiatan usaha ini masih jauh dari harapan untuk dapat mensejahterakaan masyarakat pesisir sehingga komponen masyarakat ini masih diklasifikasikan kedalam masyarakat miskin. Usaha penangkapan ikan di Kabupaten Indramayu beberapa tahun kebelakang mengalami penurunan produksi, hal ini disebabkan karena menurunnya stok sumberdaya ikan diperairan Indramayu.  Penurunan stok sumberdaya ikan di Perairan Indramayu diyakini menjadi penyebab awal keterpurukan usaha penangkapan ikan diperairan pantai Indramayu yang didominasi oleh armada dibawah 10 GT.  Penurunan stok sumberdaya ikan terjadi karena fungsi ekosistem pantai terganggu yang diakibatkan oleh aktivitas nelayan yang kurang ramah lingkungan maupun gangguan pencemar dari aktivitas masyarakat di daratan.

Sebagaimana dimaklumi masih ada kecenderungan masyarakat nelayan yang belum mempunyai kesadaran terhadap pentingnya Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Hal ini mendorong Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk membuat Peraturan Daerah. Peraturan Daerah tersebut tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Indramayu Nomor 2 Tahun 2009  tentang Penyelenggaraan Pelelangan Ikan dan Perda  Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha.

 Seiring dengan adanya peraturan daerah yang baru dibuat maka perlu dilaksanakan sosialisasi, pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan tersebut. Pembinaan dana Penagawasan Peraturan Daerah dilakukan oleh KPL/ KUD Mina selaku penyelenggara pelelangan ikan.

Melalui kegiatan pembinaan dan pengawasaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) diharapkan mampu meningkatkan aktivitas pelelangan di Tempat Pelelangan Ikan sekaligus peningkatan produksi ikan yang dilelangkan.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: