Skip to content

PEMBUATAN GARAM DENGAN METODE TUF GEOMEMBRAN

Juni 6, 2014

Pada proses pembuatan garam menggunakan TUF Geomembran membutuhkan modifikasi lahan tambak dengan penambahan ulir pada tahap peminihan dengan tujuan mempercepat proses penuaan air  laut sehingga saat tiba dipetak penampungan sudah mencapai (20 Be°) dan dengan penambahan geomembran untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas garam. Pada teknik TUF ini ulir dibuat berbentuk petakan kolam tanah yang berkelok-kelok dengan dasar yang tidak rata untuk membuat arus air secara alami sehingga terjadi proses penguapan yang dibantu cahaya matahari dan angin. Dengan adanya ullir filter ini diharapkan dapat mempercepat waktu penuaan air laut sehingga proses produksi lebih singkat dari 40 hari persiapan lahan sampai produksi menjadi 25 hari. Ketinggian air pada ulir berkisar 10 – 20 cm, perbandingan luas lahan peminihan dengan lahan meja garam (65 : 35) meja garam yang memakai geomembran dapat menghindari bocor mudah dirawat dan dapat segera digunakan pada musim garam tiba.

Secara garis besar lahan dan peralatan pada system TUF dan Geomembran terdiri dari, Saluran primer, kolam penampungan air muda (Buffer), kolam penguapan, kolam ulir terdiri dari empat kolam, kolam penampungan air tua (Bunker), kolam penggorengan, meja garam, kincir, mesin pompa, geomembran (Plastik terpal, HDPE, LDPE), dan filter yang terdiri dari paralon, ijuk, zeolit, arang batok serta waring.

bw tuf

Skema lahan TUF Geomembran

Keterangan :

  1. Saluran Primer (in let)
  2. Tempat penampungan pertama (Buffer) ukuran 20 x 25 M2
  3. Kolam penguapan ukuran 20 x 25 M2
  4. Kolam penguapan dengan ulir pertama ukuran 20 x 10 M2
  5. Kolam ulir kedua ukuran 20 x 5 M2
  6. Kolam ulir ketiga ukuran 10 x 2 M2
  7. Kolam ulir keempat ukuran 20 x 2 M2
  8. Kolam penampungan air tua (Bunker) ukuran 20 x 20 M2
  9. Kolam penggorengan ukuran 30 x 20 M2
  10. Meja garam

       

PROSES PRODUKSI GARAM

  1. Persiapan Lahan Produksi

Hal – hal yang perlu diperhatikan pada persiapan lahan :

  1. Penyiapan saluran pengaliran terdiri dari saluran pemasukan, saluran air muda, saluran air tua, saluran pemasukan dan pembuangan untuk mengalirkan air laut ke lahan pembuatan garam
  2. Penyiapan galengan yang berfungsi melindungi areal pergaraman seperti galengan dikembalikan semula agar memiliki kekuatan maksimum, galengan meliputi :
  3. Galengan sekitar tepi laut
  4. Galengan sekitar saluran pembuangan dan saluran pengangkutan dengan melakukan pengambilan tanah dari dasar saluran
  5. Galengan peminihan termasuk galengan penghalang dengan mengambil jarak 2 meter dari kaki galengan, galengan memiliki ukuran lebar 50 cm kemiringan (1 : 1) tinggi minimal 25 cm lebih tinggi dari tebal air yang ditentukan didalam peminihan.
  6. Penyiapan lahan peminihan dasar tambak dan meja bertujuan untuk mengembalikan bentuk profil dasar tambak tersebut kebentuk semula, peminihan dan meja garam harus dibersihkan dari berbagai kotoran / sampah dan dipadatkan
  7. Penyiapan lahan pembuatan ulir yang meliputi empat bagian ulir dan pada setiap saluran masuknya diberi filter
  8. Penyiapan lahan meja garam meliputi perbaikan tanggul dan pengerasan dasar meja garam melalui proses pengeringan meja garam dan pengerolan lahan (pemadatan) minimal dilakukan dua kali sampai dasar lahan benar – benar keras baru kita melakukan pemasangan geomembran.
  9. Penyiapan bahan untuk pembuatan filterisasi dari paralon dengan komposisi, ijuk, zeolit dan arang batok lalu ditutup dengan waring

Sistem TUF dan Geomembran

Berdasarkan skema gambar diatas proses pembuatan garam dengan metode TUF dan Geomembran adalah sebagai berikut :

  1. Pertama kali air masuk dari saluran primer lalu menggunakan kincir masuk ke penampungan pertama (Buffer)  2 – 3 Be° dengan kedalaman air 50 cm
  2. Lalu dari buffer yang salurannya sudah dipasang Filter dialirkan ke meja penguapan 3 – 4 Be° dengan ketinggian air 10 – 15 cm
  3. Dari meja penguapan lalu dialirkan ke meja ulir pertama dengan 4 – 6 Be°
  4. Lalu setelah itu meja ulir pertama yang sudah dipasang filter dialirkan ke meja ulir kedua dengan 8 – 10 Be°, dari ulir kedua masuk ke ulir ketiga yang sudah dipasang filter dengan 12 – 15 Be°
  5. Selanjutnya alirkan air ke Bunker (Tempat penyimpanan air tua) yang sudah dipasang filter biarkan selama 2 – 3 hari, apabila belum mencapai 20 – 25 Be° air tua dari bunker kita ulir kembali ke ulir pertama atau mempergunakan meja kristal sebagai ulir lanjutan sebelum menjadi air tua 20 – 25 Be° (*ketinggian air dalam Bunker 50 cm)
  6. Setelah mencapai 20 – 25 Be° lalu suplai air tua ke meja – meja Kristal melalui meja penggorengan
  7. Lakukan pengerasan pada meja penggorengan minimal dua kali pemadatan (dengan guluk/glebek)
  8. Alirkan kepada meja kristal yang salurannya sudah dipasang filter dan geomembran lalu diamkan selama 10 hari dengan ketinggian air 5 – 10 cm
  9. Setelah 10 hari kita lakukan pemanenan

PROSES PEMANENAN GARAM DENGAN TUF GEOMEMBRAN

  1. Langkah pertama sebelum pengerikan yaitu mencincang atau meremukan  garam dalam meja kristal supaya pengerikan lebih mudah
  2. Kerikan pertama pada bagian yang masih ada kandungan air nya agar garam bisa langsung bersih
  3. Pada meja garam yang tidak ada airnya jangan dikerik karena bila dipaksa dasar lahan bisa rusak

krangkeng 354

Proses Pemanenan Garam Pada Geomembran

CIMG2960Hasil Garam Tradisional dan Garam TUF Geomembran

PROSES PENGERINGAN DAN PENIRISAN GARAM

Pengeringan garam dilakukan dengan maksud agar bitten garam dapat hilang sehingga kualitas garam menjadi lebih tinggi. Pengeringan dapat dilakukan dengan membuat gunung – gunungan garam dan dibiarkan sampai beberapa hari baru kemudian disimoan dalam gudang penyimpanan.

Daftar Acuan :

  • DITJEN KP3K, 2013. Petunjuk Pelaksana Peningkatan Produksi dan Mutu Garam dengan system biofilter. Kementerian Kelautan dan Perikanan Jakarta.
  • Dir. PMPPU – DITJEN  KP3K, 2014. Bahan Tayang Presentasi Kebijakan PNPM Mandiri KP (PUGAR Menuju Swasembada Garam). Kementrian Kelautan Perikanan (KKP).
  • Supriyatna, Y. 2012. Modul Pelatihan Pembuatan Garam Pada Revitalisasi Garam Krosok. DISPERINDAG Kabupaten Indramayu.
  • (http://www.oocities.org/trisaktigeology84/Garam.pdf)
One Comment leave one →
  1. ramli permalink
    Desember 15, 2015 11:40 pm

    thnks infonya pak. numpang copy yah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: